Breaking News:

Pengamat Politik Ini Sebut Cuma Prabowo Kandidat Kuat Lawan Jokowi di Pilpres 2019

"Tapi hal ini juga mengandaikan bahwa elite Gerindra menutup kemungkinan terjadi perubahan pencalegan pada pemilu 2019. Jadi seperti saling ..."

KOMPAS IMAGES
Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menaiki kuda di kediaman Prabowo di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Senin (31/10/2016). 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA -- Secara faktual, hanya Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang menonjol sebagai kandidat kuat melawan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Pilpres 2019. 

Baca: Tega, Pria Ini Sekap dan Gantung Pacarnya, Selanjutnya. . .

"Di luar beliau (Prabowo-red), belum ada nama yang terlihat menonjol," ujar pengamat Politik Ray Rangkuti kepada Tribunnews.com, Jumat (13/1/2017).

Baca: Lupa Tutup Tirai, Pasangan ini Tidak Sadar Ditonton Orang Ramai saat Melakukan Hal Ini

Direktur Lingkar Madani ini melihat ada dua alasan mengapa Prabowo tetap mencuat namanya sebagai calon presiden di lingkaran Partai Gerindra.

Baca: Hanya Ungguli Brunei dan Timor Leste, Posisi Indonesia Melorot di Daftar Terbaru Ranking FIFA

Pertama, untuk kepentingan kohesi politik internal Gerindra sendiri.

Dengan mendorong Prabowo maju capres maka soliditas internal akan terjaga dan dengan sendirinya diharapkan Gerindra fokus pemenangan pemilu 2019.

Baca: Ini Dia Lima Film Daur Ulang yang Paling Dinanti Sepanjang 2017

"Tapi hal ini juga mengandaikan bahwa elite Gerindra menutup kemungkinan terjadi perubahan pencalegan pada pemilu 2019. Jadi seperti saling mengamankan," kata Ray Rangkuti.

Baca: Sementara Tinggal Terpisah, Raffi Ahmad Ternyata Rindukan Sang Anaknya

Kedua, imbuhnya, memang secara faktual hanya nama Prabowo yang mencuat sebagai kandidat alternatif melawan Jokowi.

Ia melihat tidak ada tokoh lain di partai politik seperti Golkar dan parpol lainnya yang setingkat populer dan menonjol dari Prabowo.

Presiden Joko Widodo telah menanggapi rencana Prabowo Subianto mencalonkan presiden pada Pemilu 2019.

Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria mengakui hubungan Joko Widodo dengan Prabowo Subianto terbilang baik.

Apalagi, keduanya pernah berkompetisi di Pemilihan Presiden 2014.

"Pak Jokowi ingin ikut lagi di pilpres 2019, dan kami pengurus Gerindra, simpatisan dan kader ingin mendukung kembali Pak Prabowo di 2019. Pak Jokowi tahu calon yang potensial ke depan yang ikut maju Pak Prabowo, nama lain belum muncul," kata Riza di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (13/1/2016). (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved