Legalitasnya Belum Lengkap, Produk Lokal di Babel Kalah Bersaing Karena Tak Miliki Sertifikat Halal

"Tahun 2018 mulai berlaku bahwa semua makanan dan minuman yang beredar harus ada sertifikat halal. Manfaatnya begitu besar buat mereka apalagi..."

Legalitasnya Belum Lengkap, Produk Lokal di Babel Kalah Bersaing Karena Tak Miliki Sertifikat Halal
bangkapos.com/nurhayati
Direktur Lembaga Pengkajian Pangan Obat-Obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) Nardi Protomo saat membuka rapat kerja daerah LPPOM MUI Babel 2017, Sabtu (14/1/2017) di Hotel Tanjung Pesona Sungailiat. 

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Direktur Lembaga Pengkajian Pangan Obat-Obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) Nardi Protomo mengatakan, LPPOM MUI terus berusaha agar produk makanan dan minuman di Babel bisa memiliki sertifikat halal.

"Tahun 2018 mulai berlaku bahwa semua makanan dan minuman yang beredar harus ada sertifikat halal. Manfaatnya begitu besar buat mereka apalagi mereka yang punya orientasi untuk mengekspor produk mereka," jelas Nardi kepada bangkapos.com usai membuka rapat kerja daerah LPPOM MUI Babel 2017, Sabtu (14/1/2017) di Hotel Tanjung Pesona, Sungailiat, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel).

Diakuinya Usaha Kecil Menengah di Pulau Bangka cukup banyak, berdasarkan data dari dinas perindustrian dan perdagangan sekitar 5.000 produk makanan dan minuman yang diproduksi lokal. Namun sayangnya kalah bersaing di tingkat nasional dan internasional gara-gara legalitasnya belum lengkap, salah satunya mengenai sertifikat halal.

"Alhamdulillah kita punya auditor cukup banyak plus minus ada 70 sampai 80 auditor yang kita miliki dan mereka siap terjun ke lapangan," kata Nardi.

Untuk itu pada tahun 2017 ini pihaknya menargetkan dua hingga tiga kali lipat jumlah produk lokal yang sudah mengantongi sertifikat halal dari LPPOM Babel.

"Dengan banyaknya turis yang berdatangan ke Bangka Belitung ini sebenarnya peluang harus segera dimanfaatkan oleh para UMKM itu. Kami dari LPPOM MUI sangat membantu UMKM untuk mensertifikasi halal produk mereka supaya bisa bersaing secara global," jelas Nardi.

Ia berharap dukungan dari pemerintah daerah baik kabupaten/kota hingga provinsi untuk memberikan bantuan kepada para UMKM supaya mereka bisa menerima sertifikat halal secara gratis yang bisa dibiayai pemerintah.

"Ini perlu menjadi konsen dari pimpinan-pimpinan daerah juga. Kita berharap seperti itu, karena ada biaya yang kita keluarkan dimana auditor kita turun ke lapangan untuk transportasi, konsumsi mereka, belum lagi ada UMKM itu yang kita auditnya itu berhari-hari, ada sampai dua hari. Kalau punya restoran menunya kan banyak bisa lebih 100 menu, bisa lebih dua hari. selama ini kita mandiri menyelenggarakannya namun dengan disupport oleh pemerintah UMKM bisa tenang, produk mereka diangkat, dan biaya operasional pun jadi lebih hemat," harap Nardi.

Diakuinya LPPOM MUI Babel memiliki idealisme yang kuat untuk membantu UMKM guna menghalalkan dan menthayyib makanan di Babel ini.

Penulis: nurhayati
Editor: asmadi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved