Selama ini Dikenal Kaya Raya, tapi OJK Ungkap Bisnis 'Jahat' Suami Rey Utami

Perusahaan suami presenter cantik Rey Utami, Pablo Putra Benua diminta menutup aktivitas bisnisnya oleh Otoritas Jasa Keuangan

Selama ini Dikenal Kaya Raya, tapi OJK Ungkap Bisnis 'Jahat' Suami Rey Utami
INSTAGRAM.COM/REYUTAMI
Rey Utami dan Pablo Putera Benua 

BANGKAPOS.COM--Perusahaan suami presenter cantik Rey Utami, Pablo Putra Benua diminta menutup aktivitas bisnisnya oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait izin usaha ilegal.

Perusahaan disebut termasuk dalam daftar perusahaan investasi yang berpotensi merugikan masyarakat.

Baca: Pernah Pelajari Al Quran dan Kini Tulis Alaikumsalam, Mungkinkah Artis Lindsay Lohan Sudah Mualaf?

OJK menyebut jika perusahaan Pablo Benua, yakni PT Inti Benua Indonesia, termasuk dalam daftar perusahaan investasi yang menawarkan produk investasi yang berpotensi merugikan masyarakat.

rey utami13
rey utami13

Menurut OJK, kegiatan yang dilakukan PT Inti Benua Indonesia adalah kegiatan yang menyerupai dengan lembaga pembiayaan sehingga diperlukan izin untuk melakukan kegiatan tersebut.

Baca: Jadi Pusat Perhatian Debat Cagub DKI, Tak Disangka Usia Presenter Cantik ini Ternyata Sudah Segini

Modusnya, menurut OJK, calon konsumen yang ingin memiliki kendaraan, pertama kali harus membayar biaya administrasi (untuk mobil senilai Rp 5.000.000 dan untuk sepeda motor senilai Rp 750.000), kemudian mengisi formulir pemesanan unit dan kelengkapan data pribadi.

Lalu calon konsumen tersebut, harus membayar deposit sebesar 54 persen dari harga OTR kendaraan yang diinginkan serta menandatangani kontrak HGP IBIS.

Setiap tahun calon konsumen harus membayar deposit (untuk mobil sebesar 10 persen dan untuk motor sebesar 15 persen maksimal jangka waktu yang diberikan satu kali melakukan kontrak tiga tahun.

Di akhir kontrak selama tiga tahun, mobil dikembalikan dan dana deposit dikembalikan namun dipotong 10 persen.

Untuk motor, sepeda motor dikembalikan dan dana deposit dikembalikan tetapi dipotong 15 persen atau menjadi hak milik dengan menambah biaya 15 persen.

Seperti diberitakan sebelumnya, OJK dan Satuan Tugas Waspada Investasi memutuskan untuk menghentikan aktivitas enam perusahaan investasi yang selama ini beroperasi tanpa izin.

Halaman
123
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved