Jumat, 17 April 2026

Tak Beri Setoran ke Oknum Aparat, Penambang Perimping Bakal Diperlakukan Seperti Ini

"Kami sebagai penambang tidak bisa berbuat apa-apa, karena nyanting itu seperti main todong, diberi payah da diberi payah

Editor: Hendra
Bangkapos/Riyadi
Ponton-ponton TI apung ilegal DAS Perimping, saat ditertibkan Polsek Riausilip, beberapa waktu lalu. 

Laporan Wartawan Bangka Pos Riyadi

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Praktik nyanting di lokasi tambang inkonvensional (TI) apung DAS Perimping Kabupaten Bangka, hampir setiap hari terjadi dan dilakukan oleh oknum-oknum nakal.

"Kami sebagai penambang tidak bisa berbuat apa-apa, karena nyanting itu seperti main todong, diberi payah da diberi payah, iya kalau lagi ngasil, kalau lagi dak ngasil, kadang yang nyanting juga tidak peduli, kalau nggak diberi, tali ponton kami diputus, pengalamanku dulu seperti itu," ujar bekas penambang di TI apung ilegal DAS Perimping Mik, kepada bangkapos.com Senin (16/1/2017).

Rekan sesama penambang, Kas menuturkan, ketika hasil timah sedikit, terus penambang kedatangan oknum nakal dan minta cantingan, maka penambang terkadang tidak berani ngomong banyak, apalagi sampai banyak alasan.

Kadang mereka (oknum yang nyanting) bilang "masih mau aman be-TI disini apa nggak".

"Kalau sudah dibilang seperti itu, kami takut. Tapi kadang ada juga oknum lainnya juga datang untuk nyanting timah, tapi kalau pas hasilnya sedikit, dia nggak memaksa, diberi dia terima, nggak diberi juga memaklumi, lha kalau yang model seperti ini, kita kadang bisa balik pengertian, yang setengah maksa ini yang kadang membuat kami repot dan takut," kisah Kas.

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved