Asal Muasal Adanya Nikah Massal di Desa Serdang

Nikah masal ini merupakan agenda desa dan Pemkab setempat, sehingga menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan.

Asal Muasal Adanya Nikah Massal di Desa Serdang
BANGKAPOS.COM/AJIE GUSTI?
Suasana kegiatan pengantin massal di Desa Serdang Kecamatan Toboali yang turut dihadiri berbagai tamu undangan, Sabtu (21/11/2015). 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nordin

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Kades Serdang Kecamatan Toboali Bangka Selatan Apendi menuturkan, didesanya ada salah satu adat yang sudah turun temurun dilaksanakan dan hingga kini masih dipertahankan, yaitu nikah masal.

Nikah masal ini merupakan agenda desa dan Pemkab setempat, sehingga menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan.

" Biasanya sebelum pelaksanaan kami umumkan terlebih dahulu siapa yang mau ikut. Tidak ada kriteria khusus, yang penting cukup umur dan tentunya gratis," ujar Apendi kepada bangkapos.com, Rabu (18/1/2017)

Asal mula nikah masal ini, Apendi menerangkan, keterbatasan biaya dan menghemat waktu untuk melaksanakan acara pernikahan.

Pada zaman dulu kebanyakan warga hidup serba terbatas, supaya menghemat pengeluaran dan menyingkat waktu dilaksanakanlah pernikahan masal.

"Hingga sekarang nikah masal ini masih bertahan dan respon warga cukup bagus, tahun 2015 dan 2016 ada 10 pasang pengantin ikut kegiatan ini," kata Apendi.

Dia melanjutkan, dalam kegiatan ini ada makanan khusus yang selalu disajikan, yaitu lemang, empeng dan beras aruk.

Semua disiapkan oleh desa dan mendapat dukungan dari pemerintah setempat.

Penulis: Muhammad Noordin
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved