Sudah 46 Tahun Kampung Rawa Bangun Toboali Rawan Banjir
Sejak tahun 1970, Kampung Rawa Bangun, Kelurahan Toboali Kota, Kecamatan Toboali sudah menjadi daerah langganan banjir.
BANGKAPOS.COM, BANGKA - Sejak tahun 1970, Kampung Rawa Bangun, Kelurahan Toboali Kota, Kecamatan Toboali sudah menjadi daerah langganan banjir.
Hal ini karena aliran sungai menyambung langsung ke laut Tanjung Ketapang kondisinya dangkal. Sungai tersebut juga menjadi tempat warga membuang sampah sehingga menyebabkan sungainya semakin dangkal.
Hadi warga Rawa Bangun mengatakan sudah puluhan tahun tinggal di Rawa Bangun. Kondisi sungai yang dangkal menjadi penyebab banjir.
"Kondisinya dangkal, tetapi belakang ini banjir sudah berkurang, seperti hari ini tadi hujan, Alhamdulilah tidak banjir, bila hujan kita di sini ada rasa was was juga, walau sudah biasa mengahadapinya," kata Hadi, Selasa (17/1/2017).
Lebih lanjut Hadi mengisahkan pernah terjadi musibah banjir dengan ketinggian air mencapai dada orang dewasa.
Dirinya tetap berharap bahwa daerah tempat tinggalnya bisa terbebas dari banjir.
"Ya kalu di sini begitu banjir baru ramai yang datang membersihkan, seharusnya bagaimana menanggulangi sebelum banjir, paling tidak menguranginya," harap Hadi.
Daerah yang berada tepat di belakang Gedung Nasional ini menjadi tempat langganan banjir, pasalnya lokasi ini dahulunya rawa, lalu dijadikan pemukiman warga, jalan yang dulunya sejajaran dengan rumah warga, sekarang sudah meninggi sehingga beberapa rumah terlihat berdiri di bawah jalan.
"Daerah ini memang langganan banjir, ketika hujan deras dan air laut pasang, sering terjadi banjir, airnya masuk hingga ke dalam rumah. Dulunya ini rawa, ditambah daerah ini jug rendah sehingga air mengalirnya ke sini semua," jelas Hadi. (n4)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/rumah_20170118_095359.jpg)