Efek Cabai Mahal, Pekerja Warung Minta Pelanggan Tak Buang Cabe yang Tak Dimakan

warung kopi yang ia jaga harus menyesuaikan sajian cabai rawit gara-gara menggilanya harga cabai rawit di Kecamatan Manggar.

Efek Cabai Mahal, Pekerja Warung Minta Pelanggan Tak Buang Cabe yang Tak Dimakan
POSBELITUNG/DEDY QURNIAWAN
Pengunjung sebuah warkop di bilangan Jalan Ngerawan, Desa Padang, arah Kantor Bupati Beltim, Kecamatan Manggar, Belitung Timur, Kamis (19/1/2017) malam. 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Dedy Qurniawan

BANGKAPOS.COM, BELITUNG- 'Pedasnya' harga cabai rawit beberapa waktu belakangan berdampak pada warung kopi di Kecamatan Manggar, Belitung Timur.

Pekerja sebuah warung kopi di daerah dengan tagline "Negeri 1001 Warung Kopi" ini sampai mewanti-wanti pengunjung agar tidak membuang cabai rawit yang disajikan bersama mie goreng.

"Bang, misal dak dimakan jangan dibuang ye," ujar pekerja warung kopi di bilangan Jalan Ngerawan, arah Kantor Bupati Beltim, Rina kepada pengunjung, Kamis (19/1/2017) malam.

Rina mengatakan, warung kopi yang ia jaga harus menyesuaikan sajian cabai rawit gara-gara menggilanya harga cabai rawit di Kecamatan Manggar.

Takaran pun disesuaikan dari sebelumnya dua buah menjadi satu buah cabai rawit.

"Satu ons-nya Rp 17 ribu. Itu cabai kampung (cabai Belitong)," ujarnya. (*)

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved