Eks Dirut Garuda Indonesa Jadi Tersangka KPK, Diduga Terkait Pengadaan Barang

Mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar, ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Eks Dirut Garuda Indonesa Jadi Tersangka KPK, Diduga Terkait Pengadaan Barang
kompas.com
Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (5/10/2016). Mantan Ketua Kamar Dagang Indonesia Jawa Timur La Nyalla Matalitti ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dana hibah Kadin Jawa Timur tahun 2012 pada 16 Maret 2016. 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar, ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Saat dikonfirmasi, Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif membenarkan hal itu.

"Iya, akan ada konferensi pers nanti," kata Laode, Kamis (19/1/2017).

Penetapan tersangka tersebut diduga terkait kasus pengadaan barang di PT Garuda Indonesia saat Emirsya masih menjabat di perusahaan maskapai terbesar di Indonesia itu.

Baca: Ngaku Sering Tidur dengan Pria Mirip Drumer Noah, Wanita Cantik Ini Tengah Hamil

Sementara itu, Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, penyidik KPK melakukan penggeledahan di empat lokasi di sekitar Jakarta Selatan terkait kasus tersebut.

Menurut Febri, ada indikasi suap lintas negara yang sedang ditangani KPK.

"Ada indikasi suap lintas negara yang kami tangani. Nilai suapnya cukup signifikan, jutaan dollar Amerika," kata Febri melalui pesan singkat.

Namun, Febri belum dapat menginformasikan kasus tersebut secara detil.

Pada hari ini, rencananya KPK akan menggelar konferensi pers untuk memberikan keterangan tentang kasus ini.

Editor: Alza Munzi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved