Breaking News:

Wow, Militer Rusia Bisa Tundukkan NATO dalam Waktu 60 Jam

Kabar buruk buat Eropa. Sebuah studi menyebut militer Rusia mampu menduduki negara anggota NATO di perbatasan timur

Penulis: Iwan Satriawan | Editor: Iwan Satriawan
EPA/Daily Mail
Setelah lama tak memproduksi tank, Rusia memamerkan tank terbaru produksi negeri itu T-14 Armata. 

BANGKAPOS.COM--Kabar buruk buat Eropa. Sebuah studi menyebut militer Rusia mampu menduduki negara anggota NATO di perbatasan timur cuma dalam waktu tiga hari.

Padahal siapa yang dapat menyangsikan kekuatan militer gabungan negara-negara yang tergabung dalam NATO.

NATO disebut tidak memiliki kekuatan setara untuk menghalau serbuan Rusia

Militer Rusia diyakini akan mampu menduduki negara anggota NATO di kawasan Baltik cuma dalam waktu 36 hingga 60 jam.

Dilansir dari dw.com,  sebuah analisa  yang dikeluarkan sebuah lembaga think-tank Amerika Serikat tersebut menyebut NATO tidak memiliki kemampuan militer yang mencukupi buat melindungi perbatasan terluarnya.

Lewat berbagai simulasi perang, Rusia akan dengan mudah mencaplok Latvia dengan mengirimkan batalion bersenjata berat, tanpa adanya kekuatan tandingan setara dari pihak NATO.

Setelah menduduki Latvia, sisa pasukan dari ke 27 batalion infanteri bermotor Rusia akan dengan mudah menerobos Estonia dan merebut ibukota Talinn.

Studi setebal 16 halaman tersebut bahkan mewanti-wanti pertahanan gabungan antara pasukan infanteri Latvia dan Estonia yang dibantu serangan udara AS tidak akan mampu menghalau serangan Rusia.

Masalah terbesar NATO adalah minimnya persenjataan di ke 12 batalion yang dimilikinya di perbatasan timur.

Studi tersebut mencatat batalion NATO di timur tidak memiliki satu pun tank tempur, kecuali batalion Stryker milik AS yang dilengkapi dengan 300 kendaraan lapis baja dan 4500 serdadu.

Sebaliknya semua 27 batalion Rusia di wilayah yang berbatasan dengan NATO diperkuat dengan tank tempur.

Untuk menyaingi kekuatan Rusia, NATO harus menambah kekuatannya di darat. Studi Rand Corporation menganjurkan NATO membentuk tujuh brigade, tiga diantaranya diperkuat dengan tank tempur, dan didukung oleh satuan artileri dan angkatan udara, akan mampu menjamin keamanan negara anggotanya di perbatasan terluar.

Namun penambahan pasukan pada skala sebesar itu akan menyedot biaya sekitar 2,7 milyar US Dollar atau sekitar 36 trilyun Rupiah per tahun.

10 Alutsista Gentarkan AS

Sejak perang dingin berakhir militer Rusia berkutat dengan sistem alutsista yang usang. Namun, negeri beruang merah itu mulai bangkit.

Rusia memiliki setidaknya 10 alutsista yang canggih dan dapat membuat gentar Amerika Serikat (AS) dan berpikir panjang sebelum bertindak.

Inilah 10 sistem persenjataan yang bisa melontarkan Rusia kembali menjadi negara adidaya, yang bahkan diklaim dapat mengalahkan AS, seperti dilaporkan Deutche Welle.

T-14 Armata

Setelah lama tak memproduksi tank, Rusia memamerkan tank terbaru produksi negeri itu T-14 Armata.
Setelah lama tak memproduksi tank, Rusia memamerkan tank terbaru produksi negeri itu T-14 Armata.

T-14 Armata adalah tank tempur utama generasi kelima yang diluncurkan awal 2015 silam oleh Rusia.

Dalam cetak birunya tank ini bahkan bisa dimodifikasi menjadi kendaraan tempur robotik.

Baru-baru ini Rusia mengumumkan T-14 akan dilengkapi dengan meriam berkaliber 152 mm yang mampu "menembus pelat baja setebal satu meter," kata Wakil Perdana Menteri Dmitry Rogozin kepada Russian Today.

Kapal jelajah tempur Pyotr Velikiy

Monster laut bertenaga nuklir ini adalah senjata paling mematikan milik armada utara Rusia yang beroperasi di Samudera Atlantik.

Pyotr Velikiy atau "Peter yang Agung" adalah satu dari empat kapal jelajah tempur kelas Kirov yang ada saat ini.

Oleh NATO Pyotr Velikiy dijuluki sebagai "pembunuh kapal induk" lantaran daya rusaknya yang besar dan kemampuannya menghancurkan rudal balistik.

Sukhoi T-50

Kendati tertinggal dari AS dalam pengembangan jet tempur siluman, Russia tak lantas bergeming.

Sejak uji terbang perdana 2010 silam, jet tempur siluman yang merupakan hasil kerjasama strategis dengan India itu akan mulai diproduksi massal tahun 2017.

Tapi belakangan kedua negara berseteru soal pembiayaan proyek. Terakhir India berniat membeli cetak biru T-50 seharga 3,7 milyar US Dollar dari Rusia.

Peluru kendali S-400 

Kemampuannya menghancurkan target dalam radius 400 kilometer dengan kecepatan hingga 17.000km per jam membuat S-400 jadi mimpi buruk buat setiap pilot.

Saking ampuhnya, AS terpaksa merumahkan semua jet tempurnya ketika Rusia menempatkan satu batalyon S-400 di pangkalan udaran Khmeimim, Suriah.

Diperkenalkan pada tahun 2007, kini Rusia sudah mulai mengembangkan varian rudal termutakhir, yakni S-500

Sukhoi SU-35

Dikembangkan buat menandingi F16 milik AS, jet tempur generasi keempat Rusia ini malah mempermalukan rivalnya yang jauh lebih mahal dan canggih, yakni jet siluman F35.

Belum lama ini Pentagon harus mengakui kemampuan taktis F35 masih kalah jauh ketimbang jet tempur buatan Sukhoi tersebut.

Keunggulan terbesar SU-35 adalah daya jelajahnya yang tinggi dan kemampuan bermanuver yang sulit ditandingi

Roket hipersonik Yu-71 

Rusia sejak lama mengimpikan sebuah roket hipersonik berhulu ledak nuklir.

Dengan kode rahasia "project 4204," negeri beruang merah itu berhasil menciptakan sebuah monster yang tidak cuma mampu melesat dengan kecepatan 12.000 km per jam, melainkan juga lincah dan mudah dikendalikan.

Dalam laporan Jane’s Intelligence Review, analis menilai Yu-71 akan mampu menembus sistem pertahanan NATO dengan mudah.

Helikopter tempur Mil Mi-28N

Oleh NATO helikopter tempur yang satu ini dijuluki "Havoc" alias malapetaka.

Dibandingkan Apache Longbow buatan Boeing yang digunakan AS, Mil Mi-28 mampu terbang lebih cepat dan membawa lebih banyak persenjataan.

Helikopter ini didesain untuk menghancurkan tank dan kendaraan lapis baja, serta memiliki kemampuan terbang malam hari.

Kapal induk Admiral Kuznetsov 

Foto yang diambil pesawat pengintai Norwegia ini memperlihatkan kapal induk Rusia, Admiral Kuznetzov berlayar di perairan internasional tak jauh dari lepas pantai Norwegia.
Foto yang diambil pesawat pengintai Norwegia ini memperlihatkan kapal induk Rusia, Admiral Kuznetzov berlayar di perairan internasional tak jauh dari lepas pantai Norwegia.

Admiral Kuznetsov adalah satu-satunya kapal induk di dunia yang dilengkapi dengan berbagai jenis persenjataan anti balistik udara dan kapal selam.

Pada prinsipnya kapal yang diluncurkan tahun 1990 ini tidak memerlukan banyak kapal pendamping layaknya kapal induk Amerika Serikat.

Uniknya, Admiral Kuzentsov nyaris jatuh ke tangan Ukraina ketika Uni Sovyet runtuh di tahun 1991.

Tupolev Tu-160M

Saat ini Tu-160M adalah pesawat pembom terbesar dan terberat di dunia. Ironisnya oleh para pilot Rusia monster langit ini dijuluki "angsa putih," karena bentuknya yang dinilai menyerupai satwa pendamai tersebut.

Sejak 2014 silam Tu-160M dimodernisasi untuk menggandakan kemampuan tempurnya.

Kapal selam nuklir Yury Dolgorukiy

Sejak beberapa tahun terakhir Russia meninggalkan desain kapal selam raksasa dan beralih ke desain yang lebih kecil tapi maut.

Kendati wujudnya jauh dari kesan menyeramkan, Yuri Dolgorukiy disegani lantaran memiliki sistem kedap suara yang membuatnya sulit dideteksi.

Selain itu kapal selam pertama kelas Borei ini juga diperkuat dengan 16 rudal RSM-56 Bulava berhulu ledak nuklir.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved