Selasa, 14 April 2026

GP Anshor Babel Minta Aparat Tak Beri Ruang ke Gerakan Anti Pancasila dan Intoleransi

Masmuni Mahatma menegaskan jika pihaknya menolak perilaku sosial intoleransi, radikalisme, arabisme (sempit), terorisme

Editor: Hendra
IST
Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Provinsi Bangka Belitung menggelar konferensi pers di Hotel Puri 56 Pangkalpinang, Kamis (19/1/2017) siang. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Ajie Gusti Prabowo

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Provinsi Bangka Belitung menyikapi dinamika kebangsaan yang tengah terjadi belakangan ini.

Baca: Dena Rachman Unggah Foto Pakai Celana Ketat, Netizen Bilang Itunya Menonjol Banget!

Rombongan ini menggelar konferensi pers di Hotel Puri 56 Pangkalpinang, Kamis (19/1/2017) siang.

Baca: Jadi Viral, Merinding Lihat Usaha Bidan Ini Saat Memberikan Pertolongan Kepada Sang Bayi Baru Lahir

Ketua PW GP Ansor Babel Masmuni Mahatma menegaskan jika pihaknya menolak perilaku sosial intoleransi, radikalisme, arabisme (sempit), terorisme, dan segala bentuk kekerasan yang dibalut atas nama keagamaan.

Baca: Pelajar Ini Tertangkap Basah Curi Celana Dalam Basah, Alasannya Pun Sungguh Mengejutkan

"Kita menolak perilaku sosial intoleransi, radikalisme, dan segala bentuk kekerasan yang dibalut atas nama keagamaan," tegasnya.

Lebih lanjut, Masmuni juga meminta seluruh stakeholder dan pemangku kebijakan untuk tidak meneruskan ruang bagi kelompok yang memprakarsai gerakan anti Pancasila.

"Kami minta gubernur , ketua DPRD , KAPOLDA, serta seluruh steakholder untuk tidak memberikan ruang kepada kelompok yang anti Pancasila, Negara kesatuan republik Indonesia (NKRI) dan UUD 1945," katanya.

Menurut Masmuni, Upaya ini tidak hanya melalui media namun juga pihaknya akan berencana menggelar aksi damai untuk menyampaikan pernyataan sikap yang sudah di sepakati oleh seluruh pengurus Ansor bangka Belitung.

Dirinya pun berharap pemerintah pusat dalam hal ini presiden republik Indonesia dan kementerian dalam negeri dapat membubarkan organisasi masyarakat yang bersifat radikal.

"Kita harap ada reaksi nyata dari pemerintah pusat, karena sudah sangat meresahkan kerukunan," tandasnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved