Rabu, 13 Mei 2026

5 Rapor Merah Luis Milla Pelatih Baru Timnas Indonesia

Luis Milla bukan tanpa "cacat". Dia pernah merasakan sejumlah kekalahan pahit, terlebih saat menangani klub.

Tayang:
Editor: fitriadi
Segaf Abdullah/JUARA.net
Pelatih anyar tim nasional Indonesia, Luis Milla (tengah). 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Pelatih asal Spanyol, Luis Milla, resmi diperkenalkan kepada media sebagai pelatih tim nasional Indonesia pada Jumat (20/1/2017).

Pelatih berusia 50 tahun tersebut akan menangani skuad Garuda dengan ikatan kontrak selama dua tahun.

Tugas pertama pemain yang pernah berkarier di Barcelona dan Real Madrid tersebut adalah membentuk timnas U-22 yang diproyeksikan tampil pada SEA Games 2017.

Baca: Inilah 4 Fakta Tentang Sosok Luis Milla Pelatih Anyar Timnas Indonesia

Publik sepak bola nasional pun pantas berharap kepada Milla. Pasalnya, pemain kelahiran Teruel tersebut pernah membawa Spanyol menjuarai Piala Eropa U-21 pada 2011.

Selain U-21, Milla pernah menangani timnas Spanyol U-19, U-20, dan U-23.

Secara kesuluruhan, rapornya cukup baik bersama empat tim tersebut. Dia mencatatkan 28 kemenangan dan empat hasil imbang.

Akan tetapi, Milla bukan tanpa "cacat". Dia pernah merasakan sejumlah kekalahan pahit, terlebih saat menangani klub.

Baca: Ini Sosok Luis Milla Mantan Bintang Madrid dan Barca Bersaing Jadi Arsitek Timnas Indonesia

Mantan asisten pelatih Michael Laudrup tersebut pernah menangani Real Zaragoza, CD Lugo, dan Al-Jazira.

Salah satu kekalahan yang paling menyesakkan adalah saat Spanyol takluk dari Perancis di final U-19 pada 2010.

Berikut sejumlah kekalahan yang pernah dialami Milla dalam kariernya.

4 Oktober 2015: CA Ossasuna 4-0 CD Lugo (Divisi Dua La Liga)

7 Februari 2016: CD Lugo 1-4 CD Mirandes (Divisi Dua La Liga)

10 September 2016: UD Levante 4-2 Real Zaragoza (Divisi 2 La Liga)

5 Oktober 2009: Spanyol 1-3 Italia (U20-Weltmeisterschaft 2009)

26 Februari 2013: Tractor Sazi 3-1 Al-Jazira (AFC Champion League)

Milla Ubah Gaya Indonesia Seperti Spanyol

Pelatih baru Timnas Indonesia, Luis Milla, ingin mengubah gaya permainan sepak bola Tanah Air ke Spanyol.

Milla mengatakan seperti itu karena ingin memperbaiki bagaimana teknik permainan Timnas Indonesia.

Baca: 5 Bintang Dunia yang Pernah Dibesarkan Luis Milla Pelatih Timnas Indonesia

Meskipun masih awam dengan gaya permainan Indonesia, pelatih berusia 50 tahun itu bertekad semaksimal mungkin membagi ilmunya.

Modal pengalaman menjadi pelatih di Spanyol akan dibawanya ke Indonesia.

"Saya memiliki pengalaman di Spanyol dengan menjadi pelatih timnas di sana," kata Milla di Kantor PSSI, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (20/1/2017).

"Nantinya saya akan mencoba menemukan tim yang hampir sama ketika saya menangani Timnas Spanyol," tambah dia.

Baca: PSSI Cari Pemain Keturunan Indonesia di Eropa dan Qatar

Tercatat, bersama Milla, Timnas Spanyol di level U-21 sukses meraih gelar juara Piala Eropa tahun 2011.

Tak hanya mempersembahkan gelar juara, anak-anak didik Milla juga banyak bertebaran di Eropa, seperti David de Gea dan Juan Mata.

Akan tetapi untuk mengimplementasikan permainan Spanyol ke Indonesia bukan hal yang mudah. 

Sebab, dari awal saja cara permainan Timnas Indonesia sudah jauh berbeda dengan Spanyol.

"Sebelum saya ingin mengubah gaya sepak bola seperti Spanyol, saya harus berkomunikasi terlebih dahulu dengan kepengurusan PSSI dan Direktur Teknik," kata Milla.

"Saya akan tetap berprofesional untuk mengembangkan permainan Timnas Indonesia agar bisa berprestasi," sambungnya.

Baca: Ini Alasan Timnas Indonesia Berkiblat ke Spanyol

Pelatih berusia 50 tahun itu dikabarkan akan kembali ke Spanyol pada Sabtu (21/1/2017) untuk menyiapkan dokumentasi-dokumentasi penting ke Indonesia.

Nantinya, Milla akan mulai melakukan sesi latihan pada 8 Februari 2017 dengan ditemani dua asisten pelatihnya asal Spanyol. (Kompas.com/Tribunnews)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved