Breaking News:

Harga Lada Rp 100 Ribu per Kilogram Sudah Cukup Baik Bagi Petani

Sama halnya dengan awal tahun, namun harganya belum pernah dibawah Rp 100 ribu perkilogram (per-Kg).

Editor: Hendra
IST
Kebun warga di Sungai Selan Kecamatan Sungai Selan, Jum'at (20/1/2017). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Harga lada selama Tahun 2016 masih mengalami gejolak naik-turun.

Akan tetapi warga bersyukur karena meskipun harganya turun masih tetap bertahan di angka Rp 100.000.

Selamat Riyadi, warga Desa Selan Atas Kecamatan Sungai Selan, Bangka Tengah mengkui selama tahun 2016 harga sahang naik turun.

Sama halnya dengan awal tahun, namun harganya belum pernah dibawah Rp 100 ribu perkilogram (per-Kg).

"Seminggu lalu harganya kurang lebih sama, yaitu Rp 120.000 perKg. Paling kurang Rp 1000-2000 perKg kalau kurang, begitu juga kalau naik. Tapi kami bersukur masih tetap di harga Rp 100 ribu perKg," terang Selamat kepada harian ini, Senin (23/1) kemarin.

Menurutnya, harga Rp 120 ribu perKg sudah cukup baik bagi para petani. Mengingat, petani mengeluarkan modal lumayan besar untuk menanam sahang.

"Mulai dari mengolah lahan, bibit, junjung, terus perawatan semua butuh biaya. Kalau dihitung-hitung sebetulnya menanam sahang ini untuk jangka panjang," ungkap Selamat.

Kades Selan Atas, Rusman menerangkan, pertanian dan perkebunan merupakan sektor unggulan di wilayah Selan Atas. Mayoritas warganya bermata pencarian sebagai petani. Di antaranya, sahang, sayur mayur, sawit dan tanaman lainnya.

"Tahun ini (2017) kami fokuskan untuk pemberdayaan, khususnya petani. Mulai dari bibit sahang, cabai, dan sayur akan dikucurkan ke warga," terang kades.

Sejauh ini belum ada keterangan resmi dari berbagai pihak terkait yang berwenang dalam tata kelola niaga lada serta kalangan pelaku pasar komoditas pertanian unggulan tersebut. (n4)

Sumber: babel news
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved