Merawat Kebinekaan, Jelang Imlek Warga Berbaur di Tempat Ini

Ritual merayakan Tahun Baru Imlek 2568 pada 28 Januari 2017 masih beberapa hari lagi. Namun, jika menyusuri kawasan Pecinan di Kota Semarang

Merawat Kebinekaan, Jelang Imlek Warga Berbaur di Tempat Ini
kompas.com
Kawasan Pecinan, Kota Semarang, Jawa Tengah, kini tengah bersiap merayakan Imlek. Begini suasana Jalan Wotgandul Timur, Rabu (18/1/2017), yang merupakan pusat keramaian di kawasan Pecinan. Di sini ada Pasar Gang Baru (kanan jalan) juga kelenteng tertua Siu Hok Bio yang dibangun 1753 (kiri), yang menjadi lokasi pasar Imlek Semawis, 24-26 Januari 2017. 

BANGKAPOS.COM, SEMARANG - Ritual merayakan Tahun Baru Imlek 2568 pada 28 Januari 2017 masih beberapa hari lagi.

Namun, jika menyusuri kawasan Pecinan di Kota Semarang, Jawa Tengah akhir-akhir ini, mulai dari Jalan Wotgandul, Gang Baru, Gang Pinggir, sampai Gang Lombok di Semarang Tengah, suasana dan antusiasme warga Tionghoa menyambut tahun baru itu sangat terasa.

Seperti terlihat di Gang Baru, Pecinan, Semarang, Rabu (18/1/2017), beberapa toko sudah memasang sejumlah lampion warna merah di teras. Toko yang menjual aksesori Imlek pun mulai dikunjungi pembeli untuk keperluan perayaan itu.

Begitu pula di Kelenteng Tay Kak Sie, Kelenteng Siu Hok Bio, dan Kelenteng Liong Hok Bio juga terlihat ada kesibukan, di antaranya membersihkan kelenteng dan patung-patung di dalamnya.

"Bersih-bersih kelenteng ini wajib supaya saat perayaan Imlek sampai Cap Go Meh pada 11 Februari nanti, tamu-tamu yang datang senang karena kelenteng bersih dan seperti baru. Untuk membantu membersihkan ini, beberapa warga di luar penganut keyakinan juga turun tangan," ujar Daryanto, pekerja di Kelenteng Tay Kak Sie.

Menyusuri kawasan Pecinan, menurut Jongkie Tio, pemerhati budaya peranakan Tionghoa di Semarang, seolah jalan kenangan untuk menyaksikan kenyataan Kota Semarang sangatlah heterogen.

Pecinan menjadi lokasi berbaurnya warga keturunan Tionghoa, orang pribumi Jawa, serta warga keturunan Arab dan India yang tinggal di kampung Kauman dan sekitarnya.

Warga di luar Pecinan memperoleh pengalaman untuk ikut menyaksikan rangkaian ritual perayaan Imlek di sejumlah kelenteng.

Acara inti itu sendiri biasanya rutin berlangsung di Kelenteng Kay Tak Sie, kelenteng terbesar di Pecinan yang terletak di Gang Lombok.

Menurut Heng Tie Ong, pengurus Kelenteng Tay Kak Sie, Minggu (22/1), warga bisa menyaksikan ritual pembersihan dewa-dewa di kelenteng itu.

Halaman
123
Editor: Alza Munzi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved