Hanya Dua Ini Tips Masuk Universitas Indonesia, Berikut Fakta Lain Tentang Seleksi Maba UI

Universitas Indonesia (UI) adalah salah satu perguruan tinggi negeri (PTN) yang banyak diminati calon mahasiswa.

Editor: Alza Munzi
net
Universitas Indonesia 

BANGKAPOS.COM - Universitas Indonesia (UI) adalah salah satu perguruan tinggi negeri (PTN) yang banyak diminati calon mahasiswa.

Dari data SBMPTN tahun 2016 kemarin saja, UI ada di peringkat kelima yang paling banyak dipilih.

Senggaknya ada alasan, UI terbukti menghasilkan mahasiswa dan lulusan yang mumpuni. Kedua, kampusnya yang di Depok itu bagus! 

Dari tahun ke tahun, omongan tentang gimana caranya masuk UI nggak pernah sepi.

Di tempat bimbel, di koridor sekolah, di ruang BP, atau di angkutan umum ada aja anak SMA yang ngebahas.

Ada yang datanya didapet dari media, ada juga yang cuma rumor-rumor aja.

Nah, Kamis (19/1/2017) kemarin, di acara Expo Career Day MGBK DKI2016 di Balai Kartini Jakarta, Dr. Rer.nat Martarizal yang biasa ngurus seleksi mahasiswa baru mengungkap fakta-fakta tentang kampus yang dikenal dengan Jaket kuningnya ini.

Ini dia beberapa catatan pentingnya:

1. Kelas UI Reguler nggak bisa lewat SIMAK.

Sebagai gantinya, kuota peserta diterima dari SBMPTN ditambah. Dari 30% menjadi 70%. Jalur SIMAK tetap dibuka.  Tapi hanya untuk program kuliah parallel dan kelas internasional.

2. UN nggak begitu berpengaruh di SNMPTN.

Kalau dlihat jadwalnya pun, batas terakhir daftar SNMPTN tuh jauh sebelum UN dimulai.

3. Nilai mapel yang sesuai prodi lebih dilihat.

Misalnya, ada dua anak yang pengen masuk jurusan Biologi, nilai SBMPTNnya sama. Nah, di situ, dilihat deh, yang nilai Biologinya lebih tinggilah yang akan dipilih.

4. Di SNMPTN, sertifikat dilihatnya belakangan.

Ya, sertifikat prestasi perlu dicantumin, tapi itu baru akan dilihat ketika ada dua orang yang nilainya sama. Misal, jika A dan B dua-duanya pengin masuk FSRD ITB, dan nilainya sama-sama 85, maka sertifikat juara lomba film tingkat nasional milik si A akan membuatnya diterima.

5. Di SNMPTN, UI mementingkan indeks sekolah daripada nilai siswa.

Karena, nilai 80 di sekolah A belum tentu sama kualitasnya dengan nilai 80 di sekolah  B.

6. Di seleksi SNMPTN, alumni berpengaruh.

Jumlah alumni sekolah yang kuliah di UI memengaruhi tingginya indeks sekolah. Terus, kalau di tahun sebelumnya ada alumni yang udah diterima tapi ia nggak mengambilnya, maka angkatan sekarang akan sulit untuk diterima.

7. Di SNMPTN, fokus ke satu jurusan saja.

Walau bisa milih dua jurusan dan dua kampus, tapi sebaiknya kita pilih satu saja. “Kenapa kita nggak mau jadi pilihan kedua? Karena kita sudah berpengalaman. Yang jadi pilihan kedua itu sering ditinggal. Makanya, sebelum kalian meninggalkan kami, kami pergi duluan," kata pak Rer.nat Martarizal. Wah, bener tuh.

8. Di SBMPTN, Nilai Lebih Dilihat Daripada urutan kuliah.

Jika si A nilainya 85 dan ia milih Psikologi di urutan kedua, dan si B nilainya 84 tapi milih Psikologi di urutan pertama. Maka si A lah yang lebih dipilih.

9. Nilai rapor tidak dilihat di SNMPTN.

Walau dituliskan bahwa nilai-nilai pelajaran selama sekolah lah akan jadi perhitungan, tapi kemarin, Pak Rer.nat Martarizal bilang bahwa, “Nilai rapor dilihat hanya sebagai variasi saja. Karena sekolah dianggap jadi berlomba-lomba untuk membuat nilai siswanya jadi eksotis di mata PTN.”

10. Tips Masuk UI

Cuma ada dua, sih, belajar, dan banyak-banyaklah berdoa.

Selamat berjuang, men-temen.

Sumber: Tribun Bogor
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved