Kapolri Instruksikan Usut Semua Kasus Peserta Pilkada

Kapolri mengatakan, kasus yang menjerat Ahok menjadi referensi Polri untuk melanjutkan kasus-kasus lain yang menyeret peserta Pilkada.

Kapolri Instruksikan Usut Semua Kasus Peserta Pilkada
KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG
Kapolri Jenderal Tito Karnavian 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengatakan, Polri terpaksa mengesampingkan Peraturan Kapolri yang diterbitkan Kapolri sebelumnya, Jenderal (Purn) Badrodin Haiti, yang menyatakan pengusutan kasus terhadap calon kepala daerah harus menunggu proses Pilkada selesai.

Menurut Tito, kasus yang menjerat Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menjadi referensi Polri untuk melanjutkan kasus-kasus lain yang menyeret peserta Pilkada.

"Kalau ini digulirkan, akan membawa konsekuensi. Siapapun yang dilaporkan maka semua dilaporkan sama harus diproses," ujar Tito di kompleks PTIK, Jakarta, Rabu (25/1/2017).

Baca: Sylviana Murni Sebut Dana Hibah Ditandatangani Jokowi

Padahal, Perkap tersebut diterbitkan agar tidak terjadi politisasi dan muncul kesan kriminalisasi dengan memanfaatkan penegakan hukum. Namun, desakan masyarakat yang kuat, maka Polri melanjutkan laporan itu.

Aksi saling lapor terhadap peserta Pilkada tak hanya terjadi di DKI Jakarta. Di daerah pun banyak ditemukan kasus serupa.

Baca: Saking Bagusnya Wanita Pun Tergila-gila, Siap Sangka Begini Bagian Bawah Tubuh Pria Ini

Tito mengatakan, kasus Ahok menjadi preseden untuk menindaklanjuti laporan tanpa harus menunggu Pilkada selesai.

"Jangan dihentikan prosesnya karena preferensinya adalah kasus Ahok yang diajukan pada saat tahapan Pilkada. Yang otomatis membawa konsekuensi hukum asas equality before the law, semua sama di muka hukum. Tidak ada bedanya," kata Tito.

Baca: Presenter Cantik Ini Berubah Drastis Usai Menikahi Jenderal Polisi

Belakangan, Polri mengusut dua kasus yang menyeret calon Wakil Gubernur DKI nomor urut dua, Sylviana Murni.

Pertama, yakni dugaan korupsi dalam pembangunan Masjid Al Fauz di kantor Walikota Jakarta Pusat dan dugaan korupsi dalam pengelolaan dana bansos Kwarda Pramuka DKI Jakarta.

Kedua kasus tersebut sudah naik ke tingkat penyidikan dan tetap bergulir. 

"Jadi kalau ada laporan pada paslon lainnya termasuk di Jakarta ya kita proses. Itu konsekuensinya, tidak ada penundaan," kata Tito.

Baca: Gunawan Berjuang Melawan Infeksi Agar Kakinya Tak Diamputasi

Calon gubernur DKI Agus Harimurti Yudhoyono sebelumnya mensinyalir ada motif politis di balik mencuatnya dua kasus itu.

 "Inilah yang sangat saya sayangkan. Rasa-rasanya aroma politiknya terlalu tinggi. Mencari-cari suatu yang tidak ada," kata Agus.

Agus menilai dua kasus yang ikut menyebut nama Sylvi merupakan upaya memojokkan dirinya dan Sylvi dalam kapasitas mereka sebagai pasangan cagub dan cawagub yang tengah mengikuti Pilkada2017.

"Dengan seolah-olah menimbulkan, mencari-cari kesalahan-kesalahan yang tidak terjadi," ujar Agus.

Baca: Andik Vermansyah Terdepak dari Selangor FA

Gelandang Timnas Indonesia Andik Vermansah meringis kesakitan saat diperiksa tim medis di pinggir lapangan. Andik mengalami cedera saat leg pertama final Piala AFF 2016 di Stadion Pakansari Bogor, Rabu (14/12/2016).
Gelandang Timnas Indonesia Andik Vermansah meringis kesakitan saat diperiksa tim medis di pinggir lapangan. Andik mengalami cedera saat leg pertama final Piala AFF 2016 di Stadion Pakansari Bogor, Rabu (14/12/2016).
Editor: fitriadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved