Breaking News:

Uji Coba Pesawat Buatan Anak Bangsa Ditunda, Pangsa Pasar Bakal Direbut China

Rencana penerbangan perdana purwarupa pertama pesawat N219 pada akhir 2016 meleset.

Editor: Alza Munzi
kompas.com
Pesawat turboprop N219 saat di-roll-out di hangar PT Dirgantara Indonesia (PT DI) di Bandung, Jawa Barat, Kamis (10/12/2015). 

BANGKAPOS.COM - Rencana penerbangan perdana purwarupa pertama pesawat N219 pada akhir 2016 meleset.

Jika semua masalah teknis dan pemeriksaan dokumen pesawat tuntas, pesawat yang murni dibuat perekayasa Indonesia itu diharapkan bisa mengudara pada Maret mendatang.

Terbang perdana pesawat baru adalah bagian dari rekayasa pesawat. Dalam proses itu, sejumlah parameter pesawat diuji.

Untuk bisa mengudara, purwarupa pesawat harus memenuhi semua syarat kelayakan terbang. Berbagai dokumen diperiksa dan sejumlah tes harus dijalani hingga pesawat dinyatakan laik terbang.

Baca: Saat Dipeluk Saksi Pelapor, Ahok Bilang, Saya Bukan Kafir

"Insya Allah, semua bisa selesai dalam dua bulan ke depan," kata Direktur Teknologi dan Pengembangan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) Andi Alisjahbana saat dihubungi melalui surat elektronik, dari Jakarta, Sabtu (21/1/2017).

N219 adalah pesawat generasi kedua yang dibuat perekayasa Indonesia setelah N250.

Pesawat berkapasitas 19 penumpang itu didesain sebagai pesawat perintis, penghubung daerah terpencil dan pulau-pulau kecil yang bisa mendarat di landasan tanah, berumput, atau berkerikil, dengan panjang landasan 600 meter.

Selain itu, pesawat dirancang multifungsi untuk angkutan penumpang, kargo, evakuasi medis, surveilans, dan patroli.

Baca: Tak Terima HP Disita, Narapidana Bakar Ruang Tahanan, 52 Orang Kabur

Pesawat buatan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) dan PTDI itu ialah pesawat terbaru di kelasnya dan diklaim punya banyak keunggulan, termasuk kecanggihan teknologi yang digunakan.

Kepala Lapan Thomas Djamaluddin berharap terbang perdana N219 dilakukan kuartal pertama 2017 dan semua proses sertifikasi bisa selesai tahun ini. Jadi, produksi pesawat itu bisa dimulai pada 2018.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved