Breaking News:

Penyuluh Lapangan Jawab Sibuk, Banyak Tamu, Saat Petani Desa Rias Minta Bantu Atasi Hama Tikus

Darmin tidak adanya penyuluh lapangan ini sudah terjadi sejak masa tanam tahun 2016 hingga 2017 dimana, tidak ada satupun penyuluh yang datang

Penulis: Riki Pratama | Editor: Hendra
Pos Belitung/Disa Aryandi
ilustasi sawah 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Riki Pratama

BANGKAPOS.COM,BANGKAPOS-- Selain terkendala racun hama tikus petani di Desa Rias, Kecamatan Toboali juga kecewa dengan tidak adanya penyuluh lapangan yang datang ke sawah mereka untuk memberikan solusi cara mengusir hama tikus yang sudah banyak meresahkan petani.

"Penyuluh sudah tidak pernah datang lagi, padahal dulunya, sekitar dua tahun lalu, seminggu sekali datangnya setiap hari Jumat, namun sekarang tidak pernah muncul, padahal kami mengharapkan kepada mereka memberikan solusi bagaimana cara mengusir hama tikus di sawah," jelas Petani desa Rias Darmin kepada bangkapos.com, Kamis (26/1/2017).

Baca: Hama Tikus Mengganas, Serang Tanaman Padi Petani Rias

Menurut Darmin tidak adanya penyuluh lapangan ini sudah terjadi sejak masa tanam tahun 2016 hingga 2017 dimana, tidak ada satupun penyuluh yang datang melihat padi mereka yang tumbuh di sawah.

"Kami mulai menanam padi pada bulan Oktober lalu, hingga sekarang usia padinya sudah mencapai kurang lebih 60 hari belum ada penyuluh yang datang, kalau begini terus petani di Rias bisa gagal panen, karena di hajar tikus,"ucapnya.

Baca: Setahun Pacari Janda Biduan, Sahirun Cemburu Junaini Pulang Subuh, Lalu Dibunuhnya

Ia menambahkan selama ini juga pihak petani di desa Rias telah berupaya menghubungi penyuluh lapangan agar bisa datang dan membantu petani namun mereka mengatakan tidak sempat dan banyak tamu.

"Pernah di tanya apa jawaban banyak tamu, padahal dulunya disini ada penyuluhnya seorang wanita, tetapi sudah tidak pernah datang lagi kesawah, kita tidak tahu juga kemana, atau sudah berhenti bekerja,"ucapnya.

Baca: Ucapan Janda Biduan Ini Bikin Sahirun Sakit Hati, Marah Habisi Nyawa Junaini

Darmin dan petani dari kelompok harapan baru mengharapkan adanya penyuluh lapangan yang datang serta memberikan bantuan racun hama tikus yang menyerang padi milik mereka.

"Petani berharap pemerintah peduli, kami minta bantuan racun tikus, karena kami sudah capek beli racun, kami memiliki keterbatasan ekonomi, itulah intinya kami mengharapkan bantuan,"ucapnya

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved