Breaking News:

Misteri Menikahi Jin Untuk Mencari Kekayaan, Ada yang Harus Membujang Seumur Hidup

Mendengar istilah lelaki berpoligami dengan manusia mungkin sudah merupakan sesuatu yang lumrah dibicarakan

ILUSTRASI 

Banyak peziarah dari berbagai daerah datang ke Kabongan ini dengan tujuan macam-macam, ada yang meminta penglaris dagangan, perlindungan, kedudukan dan keselamatan.

Yang paling terkenal adalah mereka yang datang untuk meminta kekayaan demi membayar hutang yang semakin meumpuk atau karena tuntutan hidup yang semakin tinggi.

Tapi sebelum itu, mereka harus ‘membayar mahal’ dengan mau melakukan syarat dari Nyai Puspo Cempoko ini.

1. Menyerahkan Jiwa Raga Sepenuhnya kepada Nyai Puspo Cempoko

Tidak seperti jenis pesugihan lainnya yang harus memberikan tumbal sebagai salah satu imbalan dari ritual ini, para pelaku pesugihan Nyai Puspo Cempoko cukup memberikan jiwa dan raganya dengan menjadi suami sang Nyai. Tentu saja hal ini termasuk memenuhi kebutuhan lahiriahnya sebagaimana pasutri.

Guna memenuhi hasrat si Nyai, pelaku pesugihan harus menyediakan sebuah kamar di dalam rumahnya, di mana tak ada orang lain yang boleh mengetahui ruangan tersebut selain mereka berdua. Ngeri ya? Dan hal ini tentu saja melenceng dari ajaran agama, tapi para pelaku pesugihan telah dibutakan oleh dunia dan keinginan untuk jadi kaya hingga rela melakukan apapun.

2. Menyiapkan Sesajen Sesuai Yang Diminta

Setelah menyerahkan diri kepada si Nyai, pelaku pesugihan juga wajib menyiapkan sejumlah sesajen pada malam Jumat Kliwon yang berisi jajan pasar, kembang wangi, kelapa hijau serta kemenyan madu. Semua sesajen itu harus sudah disiapkan di dalam kamar tersebut sebelum Nyai Puspo Cempoko datang dan pastinya tidak boleh.

Sosok lelembut ini legendaris dengan mitos seksnya. Godaan banget buat para lelaki. Bagi yang rela melakukannya, entah mungkin sudah kepepet banget atau kesirep bujuk rayu iblis dan setan sehingga jauh dari agama dan malah mendekati sirik.

3. Tidak Boleh Menikah dan Berhubungan Dengan wanita Lain

Halaman
1234
Penulis: Iwan Satriawan
Editor: Iwan Satriawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved