Breaking News:

Mantan Ketua KY Sebut Akil dan Patrialis adalah Penghianatan Tertinggi di Indonesia

"Dia khianati konstitusi, khianati amanat rakyat dan khianati kepercayaan publik," kata Suparman.

Editor: Hendra
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Patrialis Akbar keluar dari gedung KPK memakai baju tahanan usai menjalani pemeriksaan, di Jakarta, Jumat (27/1/2017). Patrialis Akbar bersama tiga orang lainnya ditetapkan sebagai tersangka terkait dugaan kasus suap gugatan UU Peternakan dan Kesehatan Hewan di MK. 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Tertangkapnya Hakim Konstitusi Patrialis Akbar atas dugaan suap makin perburuk citra Mahkamah Konstitusi pasca kasus Mantan Ketua MK Akil Mochtar.

Bahkan, mantan Ketua Komisi Yudisial Suparman Marzuki menyebut keduanya adalah pejabat yang melakukan pengkhianatan tertinggi terhadap Republik Indonesia.

Baca: Anggita Janda Cantik Ini Kabarnya Bakal Dinikahi dan Dibeli Apartemen oleh Patrialis Akbar

"Jadi apa yang dilakukan Akil dan Patrialis, ini saya bilang pengkhianatan tertinggi pejabat publik terhadap republik," ujar Suparman dalam diskusi Perspektif Indonesia bertajuk 'Lagi, Korupsi di Mahkamah Konstitusi' yang digelar oleh Smart FM bersama Populi Center di kawasan Menteng, Jakarta, Sabtu (28/1/2017).

Baca: Pelajar Konyol, Rekam Gurunya Lagi Ngangkang Celana Dalam Kelihatan Malah Dapat Duit

"Dia khianati konstitusi, khianati amanat rakyat dan khianati kepercayaan publik," kata Suparman.

Sebab, Suparman menilai Hakim Konstitusi bukan sekadar penafsir konstitusi, namun juga menjaga konstitusi itu sendiri.

Baca: Astaga, Nggak Nyangka Siswi Berprestasi Ini Ternyata Nyambi Jual Diri Kepergok di Kamar Hotel

"Karena itu tindak-tanduk seluruh hakim konstitusi itu harus cerminkan konstitusi itu sendiri," ucap Suparman.

Suparman tentu menyayangkan terjadi lagi kasus korupsi yang menjerat hakim konstitusi ditengah upaya pembenahan di sektor kehakiman untuk mengembalikan kepercayaan publik.

"Kita sedang berusaha membangun kewibawaan negara, bangun kehormatan bangsa, tapi perampasan ini dilakukan oleh pejabatnya sendiri," ucap Suparman.

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved