Breaking News:

Warga Tarik Paksa TI Apung dari Tengah Laut ke Pinggir Pantai

Dari 10 ponton , dua diantaranya berhasil ditarik paksa oleh warga menggunakan perahu nelayan kepinggir pantai.

Penulis: Antoni Ramli | Editor: Hendra
bangkapos.com/Anthoni
Aksi protes dan pengusiran TI apung di Desa Belo Laut, Kecamatan Muntok 

Laporan wartawan Bangka Pos Anthoni

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Komitmen warga Desa Belo Laut, Kabupaten Bangka Barat menolak segala bentuk tambang laut sepertinya tak main-main.

Senin (31/1/2017) kemarin, selain mengusir pekerja Tambang Inkonvensional (TI) apung, warga juga menarik paksa dua ponton milik penambang ke pinggir pantai.

Baca: Inilah Isi Markas Yakuza, Saat Masuk Bikin Bulu Kuduk Merinding, Yang Nggak Kuat Bisa Terkencing

Dari 10 ponton , dua diantaranya berhasil ditarik paksa oleh warga menggunakan perahu nelayan ke pinggir pantai.

Sedangkan delapan lainnya berhasil menjauh.

Baca: Hasil Kajian Walhi, 64,12 Persen Daratan Babel Rusak Parah Akibat Tambang

Suhaidir mengatakan, aksi menarik paksa ponton-ponton tersebut, dilakukan sebagai bentuk protes sekaligus penolakan warga dan nelayan terkait aktivitas TI Apung di perairan Belo Laut.

" Dalam aksi itu, 2 ponton ditarik warga dan nelayan ke pinggir pantai. Sedangkan 8 lainnya berhasil menjauh ,"ujar pria yang sehari-hari disapa Kojek saat menghubungi harian ini, Selasa (31/1/2017)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved