Begini Kata Ahok Soal Pelaporan Ketua MUI Maruf Amin

Ahok menilai tuduhan terhadap dirinya yang tidak menghormati Ketua MUI Ma'ruf Amin sangat tidak masuk di akal dan disebut ada unsur politis.

Begini Kata Ahok Soal Pelaporan Ketua MUI Maruf Amin
Nursita Sari
Calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebelum acara konsolidasi "Apel Siaga Relawan Ahok-Djarot" di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Rabu (21/12/2016) malam. 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Terdakwa kasus dugaan penodaan agama, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menilai tudingan terhadap dirinya yang tidak menghormati Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin sangat tidak masuk di akal dan disebut ada unsur politis.

"Aduh itu ya, saya pikir itu kacau juga tuh. Gini ya, politik sama pilkada itu jadi sadis tahu nggak. Ini orang tua, ini Pak Kyai. Rais PBNU lagi. Selama ini kan NU yang paling bela saya," kata Ahok saat kampanye blusukan di Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, Rabu (1/2/2017).

Baca: Pengacara Ahok Akhirnya Klarifikasi Soal Kabar Pelaporan Ketua MUI Maruf Amin

Sudah seharusnya, jelas Ahok, di dalam persidangan setiap saksi yang hadir akan dipanggil dengan sebutan "saudara saksi". 

"Hakim sama pak Jaksa aja di sidang bilang Pak Kyai panggil saudara saksi," ucap Ahok.

Baca: Demokrat Anggap Tudingan Ahok Tak Berdasar

Calon gubernur DKI Jakarta urut dua itu pun menegaskan selama ini dirinya selalu menghormati ulama besar termasuk KH Ma'ruf Amin yang juga merupakan Rais Aam PBNU. 

"Kalau ketemu Pak Kyai tentu saya hormati, apalagi orang NU lagi. NU orang Muhamaddiyah sudah ada hubungan baik. Cuman di sidang manggilnya saudara saksi. Kaya gitu langsung diplesetin, tidak hormati ulama, tidak hormati kyai," tegasnya.

Ahok merasa diadu domba

Ayah tiga anak ini pun kaget dengan pernyataan tim Jubir pasangan lawannya yang menyebut dirinya telah menghina integritas PBNU. 

"Saya lihat tadi pagi sudah adu domba saya lagi. Terus ada lagi tim jubir dari pasangan yang lain sudah bilang saya menghina integritas PBNU. Aduh orang yang bekerja relawan saya itu orang NU loh. Itu Relawan Nusantara itu NU di Jakarta yang bantu keliling kampanye," terangnya.

"Aduh ini susah nih kalau tidak mau ngadu visi misi program, ngadudomba ginian. Itu yang mau saya laporkan saksi pelapor. Masak aku laporkan KPU, saksi pelapor yang mau kami laporin, ngaco.Kamu laporin saya, kalau kamu laporin saya datanya ngaco kamulaporin nggak?" jelas Ahok.

Menurut Ahok, selama memberikan kesaksian kepada Majelis Hakim Kyai Ma'ruf Amin secara jelas mau mengakui kekeliruannya dalam berita acara pemeriksaannya . 

"Dia (Kyai Ma'ruf Amin) sudah akui ada kesalahan tanggal, seperti orang tua beliau perbaiki," ucapnya.

Menjalani sidang sebanyak delapan kali, Ahok mengaku paham terkait proses jalannya sidang yang pasti menanyakan kecocokan antara BAP dan keterangan saksi di persidangan. 

"Jadi saya sudah pengalaman sidang nih. Kalau kamu dipanggil hakim di BAP kamu tulis A, tapi sampe sidang kamu ngomong B, pasti ditanya kenapa kemaren bilang A sekarang B. Jadi kamu ditanya hakim yang bener yang mana.  Boleh dibenerin gak di persidangan? boleh, tidak salah, asal kamu di sidang mengakui saya kemarin salah. Itu ok gak ada masalah," jelas Ahok. (Warta Kota/Faizal Rapsanjani)

Editor: fitriadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved