Walaupun Ilegal, Disnaker Babel Minta Pemilik Tambang Masukkan Pekerjanya ke BPJS

Catatan Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Provinsi Bangka Belitung (Babel) sepanjang tahun 2013 hingga 2014 jumlah korban

Walaupun Ilegal, Disnaker Babel Minta Pemilik Tambang Masukkan Pekerjanya ke BPJS
Bangka Pos/ Fly
Alat betar jenis eksavator yang dioperasikan korban, Suherwin alias Caca (40) akhirnya ditemukan. Tampak pekerja PT PTS sedang menyemprot lumpur agar 

Laporan wartawan Bangka Pos Evan Saputra

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Penambang pasir timah secara ilegal, yang tidak di dukung dengan peralatan keselamatan kerja, tentu saja sangat berisiko terjadinya kecelakaan kerja, bahkan hingga menimbulkan korban jiwa, Rabu (1/1/2017).

Catatan Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Provinsi Bangka Belitung (Babel) sepanjang tahun 2013 hingga 2014 jumlah korban jiwa meninggal akibat aktifitas tambang ilegal di Provinsi Bangka Belitung mencapai 112 orang.

Baca: Video: Dilihat dari Udara Beginilah Tambang Timah Ilegal Mencemari Air Baku PDAM

Kepala Dinas Tengakerja dan Transmigrasi Provinsi Babel, Didik Suprapto mengatakan, sangat prihatin dengan banyak korban meninggal akibat kecelakaan tambang timah ilegal.

Baca: Hasil Kajian Walhi, 64,12 Persen Daratan Babel Rusak Parah Akibat Tambang

Didik menyebutkan permasalahan tambang tidak ada keterkaitan dengan Disnaker, namun untuk tenaga kerjanya, ia menegaskan bos pemilik tambang harus melindungi para pekerja.

Dikatakan Didik, para pemilik tambang timah ilegal dapat memasukan pekerjaannya menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, sehingga apabila terjadi kecelakaan kerja hingga menyebabkan meninggal akan mendapatkan klaim dari BPJS Ketenagakerjaan.

"Hanya 20 ribu perjiwa, biar ilegal, silahkan tenaga kerjanya di masukan BPJS, sehingga kalau terjadi kecelakaan hingga meninggal tidak sia-sia," anjur Didik.

Penulis: Evan
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved