Breaking News:

Buku yang Isinya Sebut Sekuler Sosialisme Bagian dari Agama, Resahkan Warga

Warga Kota Pematangsiantar digemparkan temuan buku UUD 1945 dan Perubahannya bersampul warna merah

medan.tribunnews.com
Buku UUD 1945 dan Perubahannya menyesatkan bersampul warna merah, terbitan Tim Visi Yustisia 

BANGKAPOS.COM - Warga Kota Pematangsiantar digemparkan temuan buku UUD 1945 dan Perubahannya bersampul warna merah, terbitan Tim Visi Yustisia yang berseberengan dengan Pancasila.

Penemuan mengejutkan itu terjadi di pusat perbelanjaan SiantarPlaza, Lantai II, Jalan Merdeka Nomor 12,  Rabu (1/2/2017).

Penjabat (Pj) Wali Kota Siantar, Anthony Siahaan menyesalkan beredarnya buku UUD 1945 dan Perubahannya yang dilengkapi Kabinet Kerja Reshuffle Jilid II terbitan Visi Yustisia, Jakarta.

Apalagi buku tersebut dikhawatirkan bisa menimbulkan kesalahpahaman bagi pembacanya, khususnya kalangan siswa dan  pelajar.

Sebab, pada halaman 5, buku terbitan tahun 2016 tersebut terdapat informasi yang patut diduga menyesatkan pemahaman ideologi bangsa.

Di buku itu juga tertulis pada sila pertama menerangkan bahwa agama tak cuma Islam, Kristen Hindu dan Budha saja. Melainkan ada agama tambahan yaitu Sekuler Sosialisme. 

"Saya mengimbau pihak sekolah mau pun para orangtua dapat berpartisipasi untuk menyeleksi, meneliti buku-buku pelajaran. Begiti juga buku-buku suplemen seperti UUD tersebut. Jangan sampai, generasi muda mendapatkan informasi yang keliru, apalagi menyangkut dasar negara atau ideologi kita," katanya.

Anthonya juga mengimbau agar seluruh toko buku di Kota Siantar untuk menariknya dari peredaran dan yang masih menyimpannya agar tidak lagi mengedarkan dan segera menyerahkannya kepada pihak berwajib. 

"Pemilik toko buku juga kita minta untuk selektif menjual buku-buku yang berkaitan dengan ideologi negara. Bila menemukan buku yang kurang pas, segera berkoordinasi dengan pihak berwajib, sehingga buku tersebut tidak sampai beredar ke tengah masyarakat," tegasnya.  

"Jika kita membaca, penjelasan Sila Pertama tersebut sudah jelas isinya menyesatkan, karena ideologi negara kita tidak ada sekuler sosialisme. Soal agama, di Indonesia sekarang sudah ada 6 yang resmi diakui, bukan 5 agama seperti yang tertulis di buku itu. Kita harus waspada dengan penyusupan-penyusupan informasi yang bisa mengganggu nasionalisme kita, apalagi dilakukan melalui penyebaran buku-buku yang dipelajari anak-anak sekolah," ujar Pj Wali Kota.

Dikutip dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas, Sekularisme atau paham sekuler dalam penggunaan masa kini, secara garis besar adalah sebuah ideologi yang menyatakan bahwa sebuah institusi atau badan negara harus berdiri terpisah dari agama atau kepercayaan.

Sekularisme dapat menunjang kebebasan beragama dan kebebasan dari pemaksaan kepercayaan dengan menyediakan sebuah rangka yang netral dalam masalah kepercayaan serta tidak menganakemaskan sebuah agama tertentu.

Sekularisme juga merujuk kepada anggapan bahwa aktivitas dan penentuan manusia, terutamanya yang politis, harus didasarkan pada apa yang dianggap sebagai bukti konkret dan fakta, dan bukan berdasarkan pengaruh keagamaan.

Dalam istilah politik, sekularisme adalah pergerakan menuju pemisahan antara agama dan pemerintahan.

Hal ini dapat berupa hal seperti mengurangi keterikatan antara pemerintahan dan agama negara, menggantikan hukum keagamaan dengan hukum sipil, dan menghilangkan pembedaan yang tidak adil dengan dasar agama. Hal ini dikatakan menunjang demokrasi dengan melindungi hak-hak kalangan beragama minoritas.

Editor: Alza Munzi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved