Ngeri, Begini Detik-detik Sumarno Terkubur Hidup-hidup di Mapur, 12 Rekannya Selamat

Merin mengisahkan, tanah longsor itu tiba-tiba terjadi, saat pekerja yang di dasar camuy hendak mencuci pasir timah.

Ngeri, Begini Detik-detik Sumarno Terkubur Hidup-hidup di Mapur, 12 Rekannya Selamat
IST
Proses pencarian korban Sumarno (25) yang terkubur tanah longsor di lokasi tambang di Air Rengas Desa Mapur Kecamatan Riausilip, Selasa (7/2g2017). Korban tertimbun longsoran tanah sejak Senin (6/2/2017).(IST) 

Laporan Wartawan Bangka Pos Riyadi

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Tragedi longsoran tanah di lokasi tambang di Air Rengas Desa Mapur Kecamatan Riausilip, Senin (6/2/2017) sekitar pukul 16.00 WIB kemarin, mengakibatkan tiga penambang luka ringan dan satunya lagi yakni Sumarno (25) sampai saat ini masih dalam proses pencarian.

Diantara korban selamat, yakni Merin warga Desa Mapur.

Baca: Sumarno Terkubur Hidup-hidup di Mapur, Tubuhnya Belum Berhasil Ditemukan

Merin mengisahkan, tanah longsor itu tiba-tiba terjadi, saat pekerja yang di dasar camuy hendak mencuci pasir timah.

Proses pencarian pekerja tambang, Sumarno (25) yang terkubur tanah longsor di lokasi tambang di Air Rengas Dusun Melintang Desa Mapur Kecamatan Riausilip Kabupaten Bangka, Selasa (7/2/2017). Korban tertimbun longsoran tanah sejak Senin (6/2/2017).(IST)
Proses pencarian pekerja tambang, Sumarno (25) yang terkubur tanah longsor di lokasi tambang di Air Rengas Dusun Melintang Desa Mapur Kecamatan Riausilip Kabupaten Bangka, Selasa (7/2/2017). Korban tertimbun longsoran tanah sejak Senin (6/2/2017).(IST) (IST)

"Pertama ada longsoran kecil, tapi setelah itu longsoran besar langsung ambrol dengan cepat, ku bersama dua kawan lainnya, masih sempat lari menghindar dorongan lumpur, meskipun dengan susah payah, tapi kawan kami Sumarno, yang sampai sekarang belum ditemukan, kami ada lah, lecet-lecet kecil," kata Kades Mapur Agus Sari mengutip keterangan Merin dan rekannya soal peristiwa longsoran tanah di TI tersebut, ketika menghubungi kepada bangkapos.com Selasa (7/2/2017).

Merin warga Desa Mapur Kecamatan Riausilip, Sumarno (35) dan dua rekannya asal Dusun Mengkubung Desa Riding Panjang Kecamatan Belinyu, sedang menambang di dasar camuy (lubang TI) di Air Rengas Desa Mapur, Senin (6/2/2017) sore.

Ketika mereka berempat sedang berada di dasar camuy, juga melihat seorang pelimbang pasir timah yang berdiri menghadap camuy TI sambil mengangkat kedua tangannya hingga di atas dada.

Pelimbang pasir timah itu mengirim kode silang (menyilangkan kedua tanggannya membentuk huruf X) sebagai tanda atau kode peringatan, agar yang di dasar camuy berhenti beraktifits dan segera naik ke atas permukaan, karena permukaan tanah di atas camuy sudah retak dan sedikit bergeser.

Sesaat setelah kode itu diberitahukan ke Merin cs, bongkahan tanah kecil mendadak runtuh.

Halaman
123
Penulis: riyadi
Editor: tidakada016
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved