Gara-gara Diskriminasi Kenakan Jilbab, Guru Ini Terima Kompensasi Rp 123 Juta

Seorang guru di Berlin memenangi perkara diskriminasi dan berhak atas dana kompensasi sebesar 9.250 dollar AS atau kira-kira Rp 123 juta.

Gara-gara Diskriminasi Kenakan Jilbab, Guru Ini Terima Kompensasi Rp 123 Juta
http://hijabjilbab.com/
Ilustrasi 

BANGKAPOS.COM - Seorang guru di Berlin memenangi perkara diskriminasi dan berhak atas dana kompensasi sebesar 9.250 dollar AS atau kira-kira Rp 123 juta.

Seperti diberitakan AP, Jumat (10/2/2017), kasus ini berawal ketika sebuah sekolah dasar di Berlin menolak untuk mempekerjakan guru perempuan itu, karena mengenakan jilbab.

Baca: Tak Nonaktifkan Ahok, Fadli Zon Sebut Mendagri Langgar Hukum

Hakim dari pengadilan tinggi ketenagakerjaan, Kamis waktu setempat menyebutkan, mengenakan jilbab seharus tidak menjadi persoalan di sekolah.

Penggugat, yang tidak diungkap identitasnya, sebelumnya mengajukan banding atas putusan pengadilan tingkat I yang menolak perkara ini. 

Kendati demikian, Dinas Pendidikan Berlin masih memiliki kesempatan untuk mengajukan banding terhadap putusan terakhir ini.

Baca: 15 Februari Pegawai di Babel Libur, Petahana Kembali Aktif. KPU Babel Ingatkan Aturan Ini

Sebab, selama ini di Berlin berlaku apa yang disebut dengan hukum netralitas. 

Di bawah peraturan tersebut, guru, polisi, dan juga karyawan peradilan dilarang mengenakan pakaian atau atribut keagamaan saat melaksanakan tugasnya.

Namun, Hakim Renate Schaude dalam kasus ini merujuk kepada sebuah keputusan di tahun 2015 yang ditetapkan Mahkamah Agung Jerman.

Baca: Wiro Sableng Dibuat Film Layar Lebar, Produsernya Orang Asing, Ini Reaksi Netizen

Dalam putusan disebutkan, larangan jilbab di negara bagian North Rhine-Westphalia kala itu, melanggar kebebasan beragama. 

Editor: Alza Munzi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved