Kalau Bicara Sering Kebablasan, Kakak Angkat Minta Mulut Ahok 'Diplester'

Kakak angkat Calon Gubernur DKI Jakarta petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Andi Analta turut menghadiri acara nonton bareng debat terakhir

Kalau Bicara Sering Kebablasan, Kakak Angkat Minta Mulut Ahok 'Diplester'
tribunnews.com
Seorang lelaki bernama Fikri mengajak Ahok mampir ke rumahnya, dan memberikan satu kitab suci Alquran sambil menyatakan diri bahwa dia adalah satu dari sekian banyak orang yang mengikuti Aksi Bela Islam pada 411, 212, dan Bela Islam III. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fitri Wulandari

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Kakak angkat Calon Gubernur DKI Jakarta petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Andi Analta turut menghadiri acara nonton bareng debat terakhir cagub-cawagub DKI yang digelar di posko pemenangan Ahok-Djarot, Rumah Lembang, Jumat (10/2/2017) malam.

Baca: Sejarah Lampu Lalu Lintas, Siapakah Penemunya?

Ia berharap usai menjalani debat, mulut adik angkatnya itu 'diplester' agar tidak 'kebablasan' dalam berbicara.

Menurutnya, mantan Bupati Belitung Timur itu merupakan sosok yang 'ceplas ceplos' dan selalu spontan dalam mengomentari apapun yang dilihat maupun dirasakan.

"Ahok itu kan kalau ngomong betul-betul (menyampaikan) apa yang dia lihat, yang dia rasakan, itu selalu dia sampaikan," ujar Andi, saat ditemui di Rumah Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (10/2/2017).

Baca: Ngeri! Mata Wanita Ini Terserang Bakteri Ganas, Penyebabnya Cuma Masalah Sepele

Oleh karena itu, Andi ingin agar Ahok tidak menyampaikan hal-hal yang bisa membuatnya kembali mendapatkan masalah, lantaran kasus Ahok saat ini saja sudah pelik dan belum selesai.

"Ntar dia ngomong begitu, kita menghadapi berapa (kasus) lagi ini? Untuk membetulkan itu aja udah susah, maksudnya begitu," kata Andi.

Ia kembali mengimbau agar mulut adiknya yang selalu mengucapkan hal-hal yang mengundang kontroversi bisa dijaga.

Baca: Gunakan Alat Bantu Ini, Wanita Dijamin Menikmati Pengalaman Orgasme

Hal tersebut, kata Andi, demi menghindari blunder yang bisa menyeretnya ke dalam pusara masalah baru.

"Maksudnya jagalah (tutur kata), jangan sampai kita blunder, hindari blunder," tegas Andi.

Editor: Alza Munzi
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved