Ketika Mereka Sujud di Hadapan Tiga Patung Sang Dewa

Bikuni Xian Lun, dipercaya mewakili Biksu Sangha, memimpin Sembhayang Cap Go Meh 2017 di Puri Tri Agung Sungailiat Bangka.

Bangkapos.com/Feri Laskari
Bikuni Xian Lun dan sejumlah umat sujud di hadapan tiga patung Sang Dewa dalam ritual Sembahyang Cap Go Meh di Puri Tri Agung Sungailiat Bangka, Sabtu (11/2/2017). 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari

BANGKAPOS.COM,BANGKA -- Kelap-kelip ratusan lilin menerangi ruangan nan megah. Dentang lonceng kecil sesekali menggema diiringi lantunan syair. Tampak berdiri paling depan, seorang wanita jubah coklat kepala plontos, melafalkan sesuatu dari mulutnya. Dialah, Bikuni Xian Lun, sang pemimpin ritual.

Bikuni Xian Lun, dipercaya mewakili Biksu Sangha, memimpin Sembhayang Cap Go Meh 2017 di Puri Tri Agung Sungailiat Bangka, Sabtu (11/2/2017) petang. Sejumlah umat, berdiri di belakang Sang Bikuni.

Mereka tampak khusuk dalam peribadatan itu. Sujut syukur berulang-ulang dilakukan, persis di hadapan tiga patung besar, Sang Dewa. Hingga Mentari nyaris tak menampak wajah, doa pun diakhiri. "Amiiitabah.!" tutup Bikuni Xian Lun, menutup peribadatan petang itu.

Baca: Yohanes Optimis Petang Ini Ribuan Pengunjung Hadiri Cap Go Meh di Puri Tri Agung

Panitia Perayaan Cap Go Meh Puri Tri Agung, Yohanes kepada Bangka Pos Group, Sabtu (17/2/2017) petang, berbagi cerita seputar ritual yang dimaksud. "Ritual Sembahyang Cap Go Meh ini, dalam rangka menyambut Tahun Baru Imlek Ayam Api. Hari ini adalah Hari ke 15 Hari Raya Imlek, dalam hitungan kalendernya. Ini adalah hari terkahir penutupan Imlek," katanya.

Yohanes menyebut, doa-doa yang dilantunkan, penuh nuansa positif. Diharapkan, puji syukur membawa berkah dan anugerah melimpah.

"Kita bersama-sama, dibawakan Biksu Sangha, diwakili Bikuni Suhu Xian Lun membacakan doa-doa permohonan agar hari-hari di Tahun Ayam Api bisa membawakan kedamaian, kebahagiaan dan kesejahteraan bagi semua umat," katanya.

Yohanes juga berharap, berkah dirasakan oleh masyarakat dan para donatur pendukung terselenggaranya Cap Go Meh tahun ini. "Mudah-mudahan, acara yang dilaksanakan oleh Yaasan Bangka Jaya Lestari, dalam wadah Puri Tri Agung ini dapat dapat menjadi even tahunan dan dapat diniikmati oleh para turis manca negara dan lokal," katanya.

Yohanes juga berharap, agenda ini mendapat dukungan dari pemeriintah setemapt. Ke depan momen tersebut akan dikemas lebih baik menjadi ajang promisi kepariwisatan daerah.
"Di acara ini, kita sediakan makanan gratis, berupa Lontong Cap Gomeh khas Bangka, The Phu Fa, bubur kacang hijau khas Bangka dan hidangan lainnya bagi para pengunjung," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Yohanes memastikan, perayaan Cap Go Meh merupakan agenda ketiga kalinya digelar di Puri Tri Agung Sungailiat Bangka, sejak 2015 lalu.. Acara dilanjutkan atraksi barongsai, pentas musik (band) dan berbagai atraksi lainnya. Hadir di acara ini, berbagai pejabat teras di Kabupaten Bangka dan Propinsi Babel. Ribuan warga dari berbagai daerah tampak memadati Puri Tri Agung di Kawasan Pantai Tikus Sungailiat Bangka. Mereka tampak bersukaria, walau malam telah tiba.

Penulis: ferylaskari
Editor: fitriadi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved