Breaking News:

Kisah Inspiratif! Pengusaha Sungailiat Ini Menangis Lihat Bocah Jual Besi Buruk untuk Beli Beras

Hermanto Wijaya, pengusaha yang membangun tempat ibadah Taman Bunga Teratai Dewi Kuan Ying

bangkapos/nurhayati
Hermanto Wijaya, pemilik tempat ibadah Taman Bunga Teratai Dewi Kuan Yin, menyerahkan sepeda kepada Aril siswa SDN 13 Sungailiat, Minggu (12/2/2017). 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nurhayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Hermanto Wijaya, pengusaha yang membangun tempat ibadah Taman Bunga Teratai Dewi Kuan Ying, terinspirasi dari Aril, bocah berusia 10 tahun siswa kelas III SDN 13 Sungailiat.

Setahun lalu, saat Hermanto Wijaya, sedang berada di bengkel motor secara kebetulan bertemu Aril yang membawa tiga potong besi karat, menawarkan kepadanya agar membeli besi tersebut.

Baca: HUT Kuil Dewi Kuan Yin, Pengusaha Ini Bagi-bagi Beras

"Pak mau beli besi nggak, kamu salah jual ke tukang loak atau las besi. Saya tanya berapa harga besi dia bilang kalau dijual Rp 2.000. Nak kalau saya beli besi itu, uangnya untuk apa? Beli beras pak. Saya nangis. Saya kasih uang Rp 20.000 dia lari, dia bilang nggak, saya mau jual besi. Saya bilang dak cukup beli beras. Mengapa setiap dengar beras-beras saya menangis? Waktu saya pulang sekolah, mau makan tidak ada beras, tidak ada nasi. Ibu bawa adik perempuan, bapak bawa adik laki-laki, akhirnya koko saya bilang ayo patungan beli beras yang nggak ada duit beli," ungkap Hermanto mengenang masa lalunya saat perayaan HUT ke 14 tempat ibadah Taman Bunga Teratai Dewi Kuan Yin, Sabtu (11/2/2017) di tempat ibadah yang dikelolanya.

Baca: Tanpa Formulir C6 Tetap Bisa Mencoblos, Begini Penjelasan Ketua KPU Bangka

Ia bersama adiknya ditugaskan membeli beras di warung, tetapi beberapa kali memanggil penjualnya tidak keluar.

Kemudian ia mengatakan kepada adiknya punya kantong tidak, adiknya bilang ada. Maksudnya ia beli beras satu liter tetapi selebihnya dia ambil dulu satu genggam beras, adiknya juga mengambil satu genggam untuk dibawa pulang.

Namun apesnya perbuatan mereka ketahuan dan diteriaki maling, kemudian dikejar hansip.

Dia pikir saat itu pasti mati jika tertangkap, ketika lari di tengah jalan ada keranjang besar, hansip dan orang yang mengejarnya jatuh.

Halaman
123
Penulis: nurhayati
Editor: Alza Munzi
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved