Jangan Pilih Pemimpin yang Menganggap Dirinya Superman

Pengamat sosial Benny Susetyo menilai, masyarakat saat ini sudah cerdas memilih calon kepala daerah.

Bangkapos/Riki Pratama
Logistik surat Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Bangka Belitung telah tiba di kantor KPU Bangka Selatan, Selasa (17/1/2017) berdasarkan berita acara pemeriksaan jumlah surat suara 129,705,00 lembar dengan jumlah 65 kardus. 

BANGKAPOS.COM - Pengamat sosial Benny Susetyo menilai, masyarakat saat ini sudah cerdas memilih calon kepala daerah. 

Masyarakat akan memilih pasangan yang memiliki kompetensi untuk membangun daerah. Publik, kata dia, tak akan memilih Kandidat yang terlalu muluk-muluk memberikan janji.

Baca: Grup WA Alumni SMPN 4 Pangkalpinang, Meski Sudah Mantu dan Bercucu Tapi Tetap Ngeksis

“Rakyat itu tidak butuh janji yang muluk-muluk, rakyat itu tidak butuh janji yang terlalu overdosis tapi tidak realistis. Rakyat itu akan memilih pemimpin yang memiliki keutamaan,” kata Benny saat diskusi bertajuk ‘Jaga Demokrasi, Tolak Kecurangan dan Kekerasan. Selamatkan Demokrasi, Tolak Korupsi dan Dinasti’ di Jakarta, Minggu (12/2/2017).

Setidaknya, ada tiga keutamaan yang menjadi faktor rakyat memilih seorang kandidat.

Baca: Beredar Video Gisella Anastasia Diduga Tengah Mabuk Bareng Jessica Iskandar dan Agatha

Pertama, kandidat itu haruslah seseorang yang memiliki keberanian. Baik itu keberanian dalam menegakkan aturan, memberantas mafia, menata birokrasi yang korup, hingga menegakkan profesionalitas birokrasi.

Kedua, kata dia, kandidat itu memiliki kedekatan dengan masyarakat.

“Hati itu adalah pemimpin yang tidak menjaga image, tidak obral janji, yang mampu peduli kepada mereka yang lemah, yang miskin,” ujarnya.

Terakhir, kandidat itu memiliki orisinalitas dan tidak menonjolkan ‘make up politik’.

Baca: Sadis, Seorang Wanita Diseret dari Kantor Polisi, Lalu Dilempar ke Kobaran Api

Jelang pemilihan, menurut dia, banyak kandidat yang mengobral janji, seakan dirinya mampu melakukan segala hal di luar kemampuan mereka.

Namun, ia mengatakan, masyarakat juga menyadari bahwa setiap kandidat juga memiliki kapasitas dan keterbatasan.

Baca: Surga yang Tak Dirindukan 2, Teka-teki Istri Pertama Menyatukan Suami dengan Istri Kedua

“Dia (kandidat) bukan Superman. Tapi pemimpin yang menganggap dirinya Superman, itu tidak usah dipilih,” tandasnya.

Editor: Alza Munzi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved