Kisah Haru Balita Korban Longsor Terduduk di Kaki Jenazah Ibunya

Ketut Aris, bocah 3,5 tahun, menyaksikan kematian ibunya dan menungguinya selama enam jam di dalam kamar tidur.

Kisah Haru Balita Korban Longsor Terduduk di Kaki Jenazah Ibunya
Tribun Bali / I Made Ardhiangga Ismayana
Ketut Aris, bocah 3,5 tahun, bermain ponsel saat dipangku bapaknya, I Gede Kembar Saputra, di posko darurat di Desa Awan, Kintamani, Bangli, Bali, Minggu (12/2/2017). Aris menyaksikan kematian ibunya dan menungguinya selama enam jam di dalam kamar tidur. 

BANGKAPOS.COM, BANGLI - Bencana tanah longsor di Kecamatan Kintamani, Bangli, Bali, sangat menyayat hati.

12 orang menjadi korban peristiwa bencana alam pada Jumat (10/2/2017) dinihari.

Kisah tragis yang membuat pilu adalah kisah Ketut Aris, bocah 3,5 tahun, yang menyaksikan kematian ibunya dan menungguinya selama enam jam di dalam kamar tidur.

Baca: Dua Pemuda Asik Nonton Temannya Memperkosa Bule Cantik Asal Swiss

Informasi yang dihimpun Tribun Bali, Minggu (12/2/2017), Ketut Aris tidur bersama kakaknya Natalia (10) dan ibunya Kadek Arini (27).

Mereka ditemani kakek dan neneknya (orangtua Kadek Rini), I Nyoman Budiarta (45) dan Ni Nengah Parmini (40), di dalam satu kamar.

Saat itu, bapak dari Ketut Aris atau suami Kadek Arini yaitu I Gede Kembar Saputra sedang menunggu berada di RS Bali Med Denpasar.

Baca: Ayah, Ibu dan Nenek Kompak Membuang Bayi Dalam Kardus Berisi Duit Rp 50.000

Gede Kembar menjaga bapaknya yang sedang opname.

Gede Kembar meninggalkan istri, dua anaknya, dan mertuanya di rumah di Desa Awan, Kintamani.

Halaman
1234
Editor: fitriadi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved