Danau Toba 'Monaco Of Asia' Diserang Lintah, Lihat Penampakannya Mengerikan!

Kutu dan lintah menyerang pengunjung saat menikmati air di Danau Toba Sumatera Utara.

"Setidaknya ada tiga perusahaan penyumbang limbah ke air danau. Dan itu penyebab munculnya lintah dan kutu."

"Itu ada Aquafarm, anak perusahaan Japfa, dan Allegrindo perusahaan ternak babi. Itu pencemaran berupa limbah polusi ke air mereka capai sampai 69 persen terhadap air. Sedangkan limbah perhotelan dan masyarakat 31 persen. Dan iitu sudah terverifikasi dari data dan sudah terpublikasi di media-media massa," beber Holmes. 

Baca: Bale Comeback, Real Madrid Kokoh di Puncak Klasemen

Lebih lanjut dijelaskan Holmes, Kelompok Pejuang Danau Toba ini sudah membawa sampel ke Badan Lingkungan Hidup (BLH) Simalungun yang bertempat di Kelurahan Parapat, dengan mengumpulkan lintah dan kutu yang dimasukkan ke dalam botol.

Aktivis lingkungan yang mengatasnamakan Pejuang Danau Toba, menelusuri dan mengungkapkan pencemaran air berupa jenis hewan lintah dan kutu di Kawasan Danau Toba. (Tribun-Medan.com/ Dedy Kurniawan) (Tribun-Medan.com/ Dedy Kurniawan)
Aktivis lingkungan yang mengatasnamakan Pejuang Danau Toba, menelusuri dan mengungkapkan pencemaran air berupa jenis hewan lintah dan kutu di Kawasan Danau Toba. (Tribun-Medan.com/ Dedy Kurniawan) 

"BLH gak pernah mempublis sama masyarakat. Percuma gedung besar tapi pelayanannya tidak ada. Ada pa ruoanya mereka dengan perusahaan besar itu?"

Baca: Inilah Pemicu Ahmad Al Habsyi Digugat Cerai Istrinya

"Kita sudah berikan sampel ke BLH Simalungun. Tapi sampai sekarang tidak ada ditanggapi. Mereka terkesan menutup diri. Karena kita tahu, dari tingkat provinsi dan kabupaten sampai yang terendah sudah dapat saweran" tukas Holmes, mantan penyelam PT Aquafarm.

"Sesuai kata Luhut sewaktu menjabat Menpolhukam untuk membersihkan namanya KJA tanpa ada toleransi dan harus diselesaikan secara bermartabat. 2016 Desember itu paling lama sudah harus dibersihkan," jelasnya

Baca: Hary Tanoe Tunggu Antasari di Dapur Malam Hari Bawa Ini

Menanggapi hal ini Kadis Pariwisata Simalungun Resman H Saragih membenarkan adanya temuan hama spesies lintah dan kutu yang diduga berasal dari pencemaran limbah perusahaan.

Namun dalam hal ini dirinya mengarahkan agar pihak BLH yang lebih berwewenang menjelaskan.

"Iya benar itu soal lintah dan kutu di air Danau Toba. Tapi kurang tahu saya bagaimana itu penanganannya. Lebih tepatnya tanya saja ke BLH. Mereka lah yang lebih tahu itu gimana penjelasannya dan sumbernya dari mana kok bisa ada," kata Resman H Saragih. (Tribun Medan/ Royandi Hutasoit)

Baca: Firza Husein Beberkan Foto Wanita Tanpa Busana yang Viral di Media Sosial

firza husein
firza husein ()
Editor: fitriadi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved