TI Apung DAS Perimping Kini Terkonsentrasi di Tirus dan Tanjung Batu

Aktifitas tambang inkonvensional (TI) apung rajuk ilegal DAS Perimping, hingga kini masih terus beroperasi.

TI Apung DAS Perimping Kini Terkonsentrasi di Tirus dan Tanjung Batu
ist
Aktifitas tambang inkonvensional (TI) apung rajuk ilegal di sepanjang Derah Aliran Sungai (DAS) Perimping hingga Tanjung Batu, yang dipantau tim dari Lembaga Kelautan dan Perikanan Indonesia (LKPI) Kabupaten Bangka dan Laskar Merah Putih Belinyu, Selasa (10/1/2017) dan Rabu (11/1/2017).

Laporan Wartawan Bangka Pos Riyadi

BANGKAPOS.COM, BANGKA --  Aktifitas tambang inkonvensional (TI) apung rajuk ilegal DAS Perimping, hingga kini masih terus beroperasi.

Menurut Ketua HNSI Kecamatan Riausilip Sun Kim, TI apung Perimping sekarang ngumpul di Tanjung Batu dan Tirus.

"Kebanyakan di dua tempat itu, kalau dalam beberapa hari ini, nggak ada yang beroperasi di depan dermaga Tirus," kata Sun Kim kepada bangkapos.com, Minggu (19/2/2017).

TI apung rajuk ilegal di Sungai Tirus, juga sering beroperasi di malam hari.

Sebelumnya, Lembaga Kelautan dan Perikanan Indonesia (LKPI) masih terus memantau DAS Perimping, sambil menunggu pelaksanaan penegakan hukum terhadap aktifitas tambang ilegal di DAS itu.

Selain memantau dan mengawasi DAS Perimping, LKPI juga tetap mempertahankan Perairan Pantai Lepar dan Romodong Belinyu, agar tidak dijadikan obyek aktifitas penambangan pasir timah.

Perairan di kawasan obyek wisata pantai tersebut, terus mendapatkan pengawasan dari Lembaga Kelautan dan Perikanan (LKPI) Bangka, Laskar Merah Putih Belinyu, HNSI dan nelayan.

"Lepar dan Romodong tetap kami pertahankan sampai perda zonasi keluar," kata Wadir LKPI Bangka Hanif.

Penulis: riyadi
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved