Kayu Nyirih di Hutan Bakau yang Ditebang Bisa Tumbuh Lagi tapi Butuh Waktu Lama

Penebangan kayu nyirih di dalam kawasan hutan bakau di DAS Perimping sudah berlangsung sejak beberapa bulan lalu.

Kayu Nyirih di Hutan Bakau yang Ditebang Bisa Tumbuh Lagi tapi Butuh Waktu Lama
bangkapos.com/Riyadi
Kayu Nyirih yang ditebang di hutan bakau (kawasan hutan konservasi) DAS Perimping, diletakkan di sekitar dermaga nelayan Tirus Desa Riau Kecamatan Riausilip, Senin (20/2/2017).( 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Riyadi

BANGKAPOS.COM, BANGKA --  Penebangan kayu nyirih di dalam kawasan hutan bakau di DAS Perimping sudah berlangsung sejak beberapa bulan lalu.

Kayu itu dimanfaatkan oleh warga, karena cocok untuk junjung sahang (lada).

Menurut warga disekitar DAS Perimping Ahya menyebutkan, setelah di tebang, kayu nyirih yang hidup di dalam bakau itu, bisaa tumbuh lagi, tapi membutuhkan waktu lama.

"Ada juga warga daerah ini yang pakai kayu nyirih untuk junjung, tapi juga banyak yang di bawa keluar. Dia kalau di tebang, bisa tumbuh lagi, tapi prosesnya lama," kata Ahya kepada bangkapos.com, Senin (20/2/2017).

Menurut Ahya, kayu nyirih yang ditebang dari dalam kawasan bakau, ukurannya bervariasi, ada yang seukuran betis hingga selengan orang dewasa.

Kayu itu hidupnya hanya di bakau-bakau (di tengah hutan bakau).

"Kenapa orang ada yang berani nebangi kayu nyirih di bakau, karena tuntutan kebutuhan, di jual untuk junjung," ujarnya.

Kawasan hutan bakau di DAS Perimping, statusnya masuk kawasan hutan konservasi.

Penulis: riyadi
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved