Geram, Ini Jawaban Aliong Saat Ditunjukkan Foto Bocah yang Dibunuhnya Secara Keji

Kedua korban dicekik, kemudian jasatnya dimasukan dalam karung dan dibenamkan dalam lumpur bekas tambang timah (TI)

Geram, Ini Jawaban Aliong Saat Ditunjukkan Foto Bocah yang Dibunuhnya Secara Keji
bangkapos.com/Fery Laskari
Aliong (39), tak bergeming saat menatap foto kedua korban yang dia bunuh secara sadis. Mata pelaku nyaris tak berkedip, seolah penuh tatapan kosong. Tampak Aliong, mengenakan kaus coklat duduk di hadapan Jaksa (JPU) Kejari Bangka, Aditia Sulaeman, Senin (20/2/2017). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Mata Aliong (39), nyaris tak berkedip. Suasana hening, Senin (20/2) siang, saat jaksa meminta pria ini menatap gambar dua korban yang dihabisinya secara sadis, tujuh pekan silam di Desa Rebo Sungailiat Bangka.

"Coba kamu perhatikan foto-foto ini. Ini foto-foto korban yang kamu bunuh, Imelda dan juga anak Imelda (Aura) yang masih kecil. Begitu teganya kamu menghabisi mereka, terutama anak kecil usia dibawah umur itu (Aura)," kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Bangka, Adiitia Sulaeman, Senin (20/2), menujukan foto korban dalam berkas penyidikan kepada Aliong, saat agenda tahap dua perkara pembunuhan berlangsung.

Aliong pun menatap foto-foto dalam berkas. Lama tatapannya tertuju pada foto kedua korban. Tak sepatah kata pun terucap dari mulutnya. Dia. terdiam, cukup lama, sembari terus menatap gambar-gambar ini.

"Ya pak itu photo korban," lalu mulutnya berucap, dengan tatapan mata kosong di hadapan jaksa, polisi dan wartawan di kantor Kejari Bangka.

Jaksa kembali mengingatkan Tersangka Aliong, bahwa korban bernama Aura (7), terhitung masih keponakan pelaku.

Baca: Rumah Mewah, Akiong si Bos Narkoba Miliki Dermaga Pribadi di Belakang Rumah di Pantai Mutiara

"Saya bunuh Aura sambil menangis pak. Karena Aura itu, keponakan saya sendiri (ayah Aura merupakan adik sepupuh Aliong)," kata Aliong, pada Pak Jaksa, Aditia Sulaeman.

Jawaban Aliong, spontan membuat Jaksa Aditia Sulaeman, dan jaksa lainnya yang mendengar ucapan ini bereaksi keras.

"Lalu kenapa kamu bunuh kalau itu keponakan mu sendiri," celetuk Adita dan jaksa lainnya.

Baca: Tubuh Andriansyah Pucat Pasi Diseret Gelombang Pantai Rebo Lalu Meninggal

Mendengar ucapan jaksa, Aliong diam sejenak, sebelum akhirnya memberi sebuah alasan mengapa dia melakukan perbuatan keji yang dimaksud..

"Saya takut ditangkap polisi (karena bunuh Imelda, Ibu Aura). Sehingga terpaksa Aura saya bunuh juga (karena Aura saksi tunggal saat Aliong bunuh Imelda). Saya takut ditangkap polisi, saya dak mau pisah sama istri dan anak saya pak," kilah Aliong, menyebut alasanya membunuh bocah perempuan, keponakan sendiri.

Aliong memperagakan saat membunuh korban dalam rekonstruksi, Kamis (19/1/2017).
Aliong memperagakan saat membunuh korban dalam rekonstruksi, Kamis (19/1/2017). (bangkapos/deddy marjaya)

JPU Aditia Sulaeman sempat memancing pengakuan dari Aliong, apakah dia juga sempat menyetubuhi Aura sebelum dicekik dan dibenamkan dalam lumpur. Namun Aliong, membantahnya.

"Saya tidak ada perkosa, tidak sama sekali pak. Dia (Aura) keponakan saya sendiri, saya sayang sama dia. Saya menyesal...!" kata Aliong.

Sementara itu, Aliong (39) didampingi Pengacaranya, Jailani, diminta kembali menceritakan kronologis pembunuhan sadis yang dia lakukan pada Imelda (32) dan anak Imelda, Aura (7), Warga Bedeng Akeh asal Liingkuingan Nelayan Sungailiat.

Pengulangan cerita ini dimaksudkan Jaksa Aditia, agar kisah sebenarnya sesuai dalam berita acara yang dibuat penyidik kepolisian, sebelumnya.

Menurut Aliong, awalnya istrinya, ER, tak tahu bahwa dia membunuh Imelda (32) dan Aura (7). Sang istri tersangka, ER (30), baru tahu, setelah kasus ini dibongkar polisi.

Namun soal, korban berkali-kali menelepon pinjam uang, ER istri Aliong, mengetahuinya.

"Sebelumnya Tanggal 30 malam (30/12/2016), dia (Imelda) mau pinjam duit. Waktu itu saya sama istri saya (ER) lagi nonton (TV). Istri saya tahu dia (Imelda) nelepon pinjam duit. Tapi kami bilang nggak ada duit," kata Aliong, mengulang cerita.

Keesokan harinya, 1 Januari 2017 lanjut Aliong, korban (Imelda) lagi-lagi menelpon dirinya untuk pinjam uang.

Seperti biasa, Aliong kembali menolak, beralasan tak punya uang. Selain itu, Aliong mengaku sedang tidak ada di rumah.

"Waktu itu, besoknya (1 Januari 2017), pas tahun baru jam sebelas siang saya ke Pantai Tikus Emas (Sungailiat), sama anak dan istri," katanya.

Rupanya kata Aliong, Korban (Imelda) tak menyerah, terus menghubunginya melalui telepon.

'Kebetulan saat di Pantai Tikus Emas (Sungailiat), sekitar jam satu siang, anak bungsu saya menangis rebutan main bola (sama anak orang lain). Istriku bilang ambil saja bola di rumah (di Desa Rebo)," katanya.

Aliong pun bergegas meninggalkan pantai, untuk pulang ke rumah bermaksud mengambil bola dan akan kembali lagi ke pantai itu.

Namun belum lagi Aliong sampai di rumah, korban (Imelda) menurutnya, kembali menelpon..

"Dia (Imelda) ngebel lagi, bilang mau pakai Rp 300 ribu saja. Dia terus minta tolong ke saya. Makanya, lalu saya bilang ke dia, ya uda ambil saja uangnya di rumah saya," kata Aliong.

Dan di saat bersamaan, Aliong menanyakan keberadaan Imelda waktu itu. Rupanya, Imelda dan anaknya, Aura (korban II), sudah dalam perjalanan, dan sampai di sebuah rumah makan di Jlitik Sungailiat.

Aliong kemudian menjemput korban, hingga akhirnya tejadi cekcok antar mereka dan pembunuhan sadis pun terjadi ketika korban sudah berada di rumah pelaku.

Kedua korban dicekik, kemudian jasatnya dimasukan dalam karung dan dibenamkan dalam lumpur bekas tambang timah (TI), belakang rumahnya.

Setelah itu, pelaku menelpon suami korban, membuat kisah seolah-olah Imelda dan Aura diculik. Aliong juga meminta tebusan Rp 100 juta, pada suami korban.

Kepala Kejari Bangka Supardi didampingi Kasi Intel Yoga Pamungkas, Senin (20/2) menyatakan secara resmi telah menerima pelimpahan perkara pembunuhan ini dari Penyidik Polres Bangka.

Agenda tahap dua ketika itu, berupa penyerahan tersangka dan barang bukti.

"Secara resmi, kini Aliong menjadi tahanan kita, dan kita titipkan di Lapas Bukitsemut Sungailiat," kata JPU Aditia Sulaeman, mewakili Kepala Kajari dan Kasi Intel Kejaksaan.(fly)

Editor: Hendra
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved