Freeport Rumahkan 33.000 Karyawan, Bayar Royalti 8 Triliun Saja Rewel

PT Freeport Indonesia mulai merumahkan 33.000 karyawan, termasuk puluhan pekerja asing.

Freeport Rumahkan 33.000 Karyawan, Bayar Royalti 8 Triliun Saja Rewel
KOMPAS/AGUS SUSANTO
Tambang emas Grasberg milik PT Freeport Indonesia di Papua, Sabtu (12/5/2012). 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Ancaman PT Freeport Indonesia (PTFI) untuk menekan pemerintah Indonesia seperti dinyatakan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mulai menjadi kenyataan.

Baca: Freeport Setor ke Kas Negara Cuma Segini tapi Banyak Protes

Setelah sebelumnya mengeluarkan interoffice memorandum mengenai kondisi terkini perusahaan, termasuk tentang rencana mengurangi atau memecat karyawannya (11/2/2017), PTFI mulai merumahkan 33.000 karyawan, termasuk puluhan pekerja asing.

“Semua kegiatan pertambangan telah berhenti sepenuhnya. Sekarang hanya perawatan saja,” ujar Kepala serikat pekerja Freeport Indonesia, Virgo Solossa seperti dikutip dari merdeka.com.

Baca: SBY Berlibur Jernihkan Pikiran Sebelum Tentukan Koalisasi Demokrat

“Jika pemerintah tidak berhati-hati ini telah dan akan berdampak lebih jauh pada operasi Freeport. Baik untuk pekerja sebagai penerima manfaat langsung dan masyarakat luas sebagai penerima manfaat dari keberadaan Freeport.”

Baca: Bidadari Banjir Bermunculan Ketika Jakarta Tergenang

bidadari banjir
bidadari banjir (Instagram)

Tindakan merumahkan para karyawan ini, berakar pada kebijakan pemerintah Indonesia yang membuat PTFI tidak dapat mengekspor konsentrat tembaga.

Baca: Mbah Mijan Heran Ramalannya Soal Ahmad Dhani di Pilkada Bekasi Meleset

Dihentikannya ekspor ini pada akhirnya membatasi bahkan menghentikan opersi PTFI karena mereka mengklaim memiliki penampung konsentrat dengan jumlah yang terbatas.

Halaman
1234
Editor: fitriadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved