Si 'Naga Hitam' Ini Ternyata Sering Melintasi Indonesia Tanpa Terdeteksi, Indonesia 'Ditelenjangi'

U-2 sempat mengintai di atas Indonesia sebagai bahan analisa data untuk menekan Belanda dalam perundingan New York saat memperebutkan Irian.

Si 'Naga Hitam' Ini Ternyata Sering Melintasi Indonesia Tanpa Terdeteksi, Indonesia 'Ditelenjangi'
Istimewa
U2 

BANGKAPOS.COM -- U-2 Dragon Lady dikembangkan oleh Lockheed atas permintaan CIA (Central Intelligence Agency) untuk melakukan pengintaian dan pemotretan di atas wilayah Uni Soviet.

Baca: Inilah Kriteria Perempuan Layak untuk Dinikahi Berdasarkan Falsafah Jawa Kuno

Desain fuselage ramping, namun bentang sayapnya sangat panjang agar mampu melayang pada ketinggian ekstrim nyaris 20 km di atas permukaan bumi.

Baca: Manfaat Makan Ikan yang Mungkin Belum Anda Ketahui, Ini Penjelasannya

Pada saat didesain, pencegat terbaik Uni Soviet seperti MiG-17 hanya bisa terbang setinggi 14 km.

Baca: Balada Cinta, Sosok Misterius Kak Ema dalam Percakapan Diduga Rizieq-Firza Mulai Terungkap

Divisi khusus Lockheed yang bernama Skunk Works di bawah pimpinan Clarence “Kelly” Johnson mengerjakan proyek ini dengan membuat purwarupa CL-282.

Desain tubuhnya diambil dari F-104 Starfighter yang dimodifikasi.

U-2 ditenagai dengan mesin GE J73. Bentang sayap yang mencapai 31m membuatnya mampu melayang seperti glider dengan efisiensi tinggi pada ketinggian optimal.

Baca: Kesempatan di Kereta Sepi, Dua Sejoli Ini Mesum di Gerbong Kereta Hingga Basah di Celana

Halaman
1234
Editor: asmadi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved