PU Babel Prediksikan Tol Laut Bangka - Sumsel Malai Dibangun Tahun 2020
Jembatan penghubung tol laut dari Sebagin ke Selapan Palembang ini dijelaskannya memiliki panjang 13 km dan lebar 24 meter.
Penulis: Evan Saputra | Editor: edwardi
Laporan Wartawan Bangka Pos, Evan Saputra
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kepala Dinas PU Provinsi Babel, Hasanudin menjelaskan proses dibangunnya tol laut yang menghubungkan Pulau Bangka dan Sumsel.
Menurut Hasanuddin, sebelum pembuatan DED, prosesnya harus melalui prastudy kelayakan, setelah itu amdal.
Amdal ini kata mantan Kepala Dinas PU Belitung ini, untuk melihat dampaknya mulai dari perekonomian, lingkungan dan Pariwisata.
"Setelah Amdal beres barulah masuk dalam DED, mudah-mudahan tahun ini keduanya selesai," ujar Hasanuddin, Jumat ( 24 / 2 / 2017).
Hasanudin menyebutkan banyak manfaat jika jembatan ini sudah dibangun. Sebab, akan banyak daerah yang terpencil akan hidup dengan proses transfortasi yang dekat dan mudah.
"Studi kelayakan dulu melihat kedepan perkembangan seperti apa untuk perkonomianan, membuka daerah terisolir, mempermudah transformasi, mobilasi barang dan orang lebih cepat aman murah, baru amdalnya dengan dampka ini seperti apa kedepan efeknya, amdal itu dalam proses pembaguannya, baru masuk ded, ded itu desain dari kontruksinya," ujarnya.
Dengan begitu, tahun 2019, baru bisa di mulai lelang, dan pembangunannya sendiri baru bisa di lakukan setidaknya tahun 2020.
Jembatan penghubung tol laut dari Sebagin ke Selapan Palembang ini dijelaskannya memiliki panjang 13 km dan lebar 24 meter.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/kepala-dinas-pu-babel-hasanudin_20150729_110013.jpg)