Gantikan E-KTP, Dukcapil Belitung Terbitkan 17 Ribu Surat Keterangan

wajib KTP di Kabupaten Belitung mencapai 131.126 jiwa, sedangkan yang sudah melakukan perekaman sebanyak 110.569 jiwa

Gantikan E-KTP, Dukcapil Belitung Terbitkan 17 Ribu Surat Keterangan
Pos Belitung
Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan sipil kabupaten Belitung, Hotmaria Ida menunjukkan bentuk suket yang baru yang terbungkus dalam kertas dan bisa dimasukkan di dalam dompet, Senin (27/2/2017). 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Krisyanidayati

BANGKAPOS.COM, BELITUNG - Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil kabupaten Belitung, Hotmaria Ida mengatakan pihaknya sudah menerbitkan 17. 115 surat keterangan (suket) pengganti E-KTP.

Jumlah wajib KTP di Kabupaten Belitung mencapai 131.126 jiwa, sedangkan yang sudah melakukan perekaman sebanyak 110.569 jiwa.

Ia memperkirakan dalam satu hari, pihaknya mengeluarkan sekitar 75 suket.

Suket yang diterbitkan sejak Oktober 2016 silam, memliki fungsi yang setara dengan E-KTP, pihaknya belum dapat melakukan pencetakan E-KTP pasalnya kehabisan blanko.

"Bisa dikatakan bahwa persediaan kita untuk suket cukup. Rata-rata suket yang dicetak itu 75 lembar suket perhari," kata Hotmaria saat ditemui Pos Belitung, Senin (27/2/2017).

Ia menjelaskan suket memiliki nilai yang setara dengan e-ktp, pasalnya data yang tertera dalam suket sama persis dengan data hasil perekaman. Oleh karena itu suket bisa digunakan untuk kepentingan administrasi kependudukan.

"Isi suket ini memindahkan hasil data perekaman, karena gak ada blanko dan e-ktp. Kita menggunakan data base untuk suket, tetapi kita buat kuncinya kalau dia gak ada di data base berarti dia belum rekam, tapi kita buatkan dari nama nik, alamatnya. Untuk suket juga kita tidak menggunakan foto tempel, tapi ada katagori yang menggunakan foto tempel misalnya mahasiswa yang dak bisa pulang dan belum perekaman," jelas Ida.

Ia berharap masyarakat dapat memberikan keterangan yang jujur, jika ingin membuat suket. Pasalnya jika tidak jujur maka akan menimbulkan masalah, karena semua data sudah terkumpul dalam satu server.

"Kuncinya warga gak boleh bohong, atau ada yang sudah rekam tapi bilangnya belum rekam, jadi ada data yang saling tabrakan dan gak connect. Kalau di masih bertahan mengatakan belum rekam kita akan cek di server," katanya.

Selain itu untuk memudahkan masyakat pihaknya melakukan inovasi dalam hal pelipatan suket, sehingga kertas yang bernilai sama dengan KTP itu mudah dibawa-bawa.

"Kita terus inovasi, misalnya cara melipatnya itu sekarang baru, terus kita masukkan dalam kertas putih yang ada krepnya sehingga ini tidak mudah rusak dan ini bisa masuk di dompet," katanya.

Lanjutnya, apabila masyarakat kehilangan suket atau rusak, dapat kembali melaporkan ke disdukcapil.

"Kita layani kalau yang hilang itu harus ada surat keterangan hilangnya, karena kan ini takut dimanfaatkan pihak yang tidka bertanggungjawab, kalau yang rusak dibawa potongan yang rusak. Kalau ada perubahan juga bisa dirubah misalnya perubahan alamat bawa surat keterangan dari RT karena data ini harus terus diperbaharui," pesannya.

Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved