Kasihan, Hidup Leyla Fajri Bergantung dengan Tabung Oksigen
Leyla bernafas harus dibantu dengan oksigen. Dalam sehari menghabiskan 4 tabung oksigen.
Laporan Wartawan Bangka Pos, Nordin
BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Leyla Fajri (27) terbaring lemah tak berdaya diatas tempat tidur dirumahnya di Desa Lampur, Kabupaten Bangka Tengah.
Wanita yang bekerja di Sekolah Dasar Negeri 19 Desa Cengkong Abang Kecamatan Mendo Barat Bangka terlihat kurus akibat sakit yang dideritanya.
Sukarni (54), ibunda Leyla menyebutkan, anaknya mulai kelihatan sakit sekitar bulan Oktober lalu. Awalnya hanya sakit biasa, namun dua bulan terakhir tubuh anaknya semakin lemah dan tak berdaya.
Setiap kali hendak ke kamar mandi, dia harus di bantu karena tidak berdaya. Selain itu tidak bisa jauh dari tabung oksigen untuk membantu pernapasannya.
"Kami sudah ke puskesmas, RSUD Bangka Tengah, terakhir kemarin RSUD Depati Amir Pangkalpinang, dan sekarang dia menjalani rawat jalan," ungkap Sukarni ibu dari Leyla Fajri saat ditemui bangkapos, Senin (27/2/2017).
Sukarni tidak tahu pasti sakit yang diderita oleh putrinya. Namun dari pihak rumah sakit menyebutkan bahwa Leyla mengalami penyempitan paru-paru.
"Kami selalu kontrol ke rumah sakit, tidak berani melakukan apa-apa tanpa keterangan dari dokter. Dokter sering menyarankan untuk selalu makan makanan bergizi, itu saja.," terangnya
Tidak sedikit biaya yang harus dikeluarkan oleh Sukarni agar anaknya sembuh. Sementara dokter menyarankan agar tidak melakukan aktivitas apapun.
Beruntung Leyla masuk sebagai peserta BPJS Kesehatan. Walaupun tak ditanggung semua, namun beban perobatannya terbantukan.
Setiap hari, kata Sukarni, Leyla bernafas harus dibantu dengan oksigen. Dalam sehari menghabiskan 4 tabung oksigen.
"Kalau tidak ada oksigen dia tidak bisa bernapas, perutnya langsung naik turun. Jadi kami harus sigap misalnya saat dia ke kamar mandi atau WC," sebutnya.
Sementara itu jarak tempat tinggalnya dengan rumah sakit cukup jauh. Karenanya, dia terpaksa menumpang dirumah pamannya di RT 07 gang Cempedak I Kelurahan Keramat Kecamatan Rangkui Pangkalpinang.
Terpisah, anggota DPRD Bangka Tengah Zamhari menyebutkan, penyakit yang di derita Leyla Fajri ini perlu ditindak cepat.
Pihak rumah sakit seharusnya memberi keterangan untuk melakukan tindaklanjut. Misalnya apakah harus dirujuk ke rumah sakit yang lebih mumpuni dalam penanganannya.
"Setidaknya ada kepastian karena penyakitnya semakin parah, karena ini menyangkut nyawa orang," tegas Zamhari saat dihubungi media bangkapos.com melalui sambungan telepon seluler sekitar pukul 12.00 WIB, Senin (27/2).
Dirinyapun berharap kepada warga Lampur khususnya FAM dan masyarakat Babel untuk membantu Layla Fajri. Caranya melalui rek Bank Sumsel Babel 144 0921 691 atas nama FAM.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/leyla-sakit_20170227_171737.jpg)