Guru Curhat Sambil Menangis, Wakil Wali Kota Pun Ikut Sedih, Ternyata Ini yang Terjadi

Suasana mengharu biru terjadi di Aula SMKN 3 Kota Palembang, Senin (27/2/2017) pagi.

Guru Curhat Sambil Menangis, Wakil Wali Kota Pun Ikut Sedih, Ternyata Ini yang Terjadi
TRIBUN MEDAN / ABUL MUAMAR
Diah, guru honorer yang mengajar di salah satu SD Negeri di Medan Sunggal, Sumut, melakukan aksi tidur di jalan beberapa waktu lalu. 

BANGKAPOS.COM, PALEMBANG - Suasana mengharu biru terjadi di Aula SMKN 3 Palembang, Senin (27/2/2017) pagi.

Ratusan guru menangis bersama setelah berkeluh kesah tentang gaji kepada Wakil Wali Kota Palembang, Hj Fitrianti Agustinda.

Mereka merupakan para guru honorer kategori 2 (K2) yang ternyata selama ini hanya menerima gaji Rp 150 ribu sampai Rp 200 ribu per bulan.

Baca: Ketika Rizieq Shihab dan Ahok Saling Bertemu Muka, Begini Kata Keduanya!

"Sungguh Bu, kami tidak bohong, saya sudah honorer jadi guru hampir enam tahun. Tapi tetap gajinya segitu itulah," kata seorang guru sambil menangis sesegukan, Senin (27/2/2017).

Tangis ini langsung gayung bersambut. Rekannya yang lain ikut menangis dan Wakil Wali Kota Palembang, Fitrianti Agustinda pun akhirnya ikut larut dalam tangis.

Seharusnya acara ini berlangsung bahagia, karena para guru ini menerima bantuan insentif sebesar Rp 500 ribu per guru dari Pemkot.

Baca: Terlihat Lebih Cantik, Salah Satu Tanda Wanita Baru Saja Selesai Bercinta

Namun karena cerita awalnya adalah pengabdian dan pendapatan yang diterima, jadinya acara tangisan yang mendahului.

"Ini sungguh tidak sebanding dengan pengabdian dan pengorbanan yang diberikan. Padahal di pundak mereka, anak-anak bangsa kita titipkan supaya pintar," kata Wawako yang akrab disapa Finda ini sambil menyeka air matanya.

Halaman
12
Editor: Alza Munzi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved