Breaking News:

Dana Hibah KKN Mahasiswa UNS di Desa Dalil Tak Bisa Cair

Dana hibah untuk Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mahasiswa UNS Solo di Desa Dalil Kecamatan Bakam tidak bisa dicairkan.

Penulis: nurhayati | Editor: fitriadi
Dana Hibah KKN Mahasiswa UNS di Desa Dalil Tak Bisa Cair
Bangkapos.com/Nurhayati
Ketua Tim KKN Mahasiswa UNS Guntur Abdiguna memberikan plakat penghargaan kepada Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Bangka Arman Agus didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bangka Padli di ruang rapat Bina Praja Kantor Bupati Bangka, Sabtu (4/3/2017).

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo di Desa Dalil Kecamatan Bakam Kabupaten Bangka terbentur dana hibah yang diberikan Pemerintah Kabupaten Bangka.

Pasalnya dana hibah tersebut ternyata tidak bisa dicairkan karena laporan pertanggungjawaban pengunaan dana dari KKN Mahasiswa UNS pada tahun 2016 lalu belum selesai.

Kondisi ini membuat Pemkab Bangka tidak bisa mencairkan dana hibah sebesar Rp 50 juta, untuk KKN Mahasiswa UNS 2017, dari total sisa dana sebesar Rp 100 juta.

Kondisi ini terungkap pada saat pamitan Mahasiswa KKN dengan Pemerintah Kabupaten Bangka, Sabtu (4/3/2017) di Ruang Rapat Bina Praja Kantor Bupati Bangka.

Diakui Ketua Tim KKN Mahasiswa UNS Guntur Abdiguna, kinerja mereka di lapangan sedikit terhambat karena terbentur dana dari pemerintah daerah yang belum bisa dikucurkan oleh Pemkab Bangka.

Namun mereka bersyukur kegiatan KKN di Desa Dalil yang mereka laksanakan berjalan dengan lancar.

Ia juga menilai penyambutan masyarakat di Desa Dalil sangat baik terhadap keberadaan KKN Mahasiswa UNS.

"Insya Allah kegiatan yang kami lakukan bisa bermanfaat untuk Desa Dalil. Walaupun ada sedikit kendala mungkin dari pengadaan dana hibah. Kemarin sebenarnya dianggarkan Rp 100 juta untuk dua periode, kita dapat Rp 50 jutanya. Akan tetapi karena SPJ tahun kemarin belum rampung imbasnya ke kita," ungkap Guntur kepada bangkapos.com.

Dibalik kondisi ini mereka tetap bersyukur karena mendapatkan pelajaran berharga agar bisa memperbaiki laporan pertanggungjawaban untuk KKN Mahasiswa UNS Tahun 2017 ini.

Selama KKN di Desa Dalil, Mahasiswa UNS melaksanakan tiga program inti yaitu pendidikan, pariwisata dan pertanian. Semua program yang mereka lakukan sudah terlaksana sebesar 95 persen.

"Sedangkan lima persennya ada satu progda yang belum terlaksana karena itu membutuhkan dana yang besar. Itu laboratorium mini. Jadi semua dana yang kita gunakan hampir Rp 10 juta untuk laboratorium mini ini pembelian alat-alat khusus untuk penelitian yang bisa dilakukan di desa karena kemarin kita melihat ada potensi yang bagus untuk kelompok tani yang ada di desa bisa melakukan penelitian sendiri," jelas Guntur.

Laboratorium mini ini untuk pembuatan pupuk guna mengatasi bibit penyakit tanaman yang ditanam petani di Desa Dalil. Untuk dana selama KKN diakuinya telah ditalangi oleh pihak UNS. "Dari minggu ke empat kita ditalangi oleh UNS, walaupun rada telat dikit hampir Rp 7 juta, Rp 8 juta, selebihnya kita pakai uang sendiri dan itu keikhlasan dari teman-teman. Nanti kalau dananya turun kita kembalikan lagi," ungkap Guntur.

Jumlah mahasiswa UNS yang melakukan KKN di Desa Dalil ini sebanyak 16 orang terdiri dari tujuh cowok dan sembilan perempuan dari tiga fakultas yakni teknik, MIPA, FKIP, dan pertanian yang telah selesai melakukan tugas KKN mereka selama 45 hari.

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved