Ini Alasan Mengapa Santunan Korban Crane Masjidil Haram Belum Cair

Pemerintah Arab Saudi telah membentuk tim untuk mempercepat proses pembayaran kompensasi tersebut.

Ini Alasan Mengapa Santunan Korban Crane Masjidil Haram Belum Cair
AFP
Warga Arab Saudi dan jemaah haji, Sabtu (12/9), mengamati crane atau mesin derek yang ambruk sehari sebelumnya dan menimpa area Masjidil Haram di Mekkah, Arab Saudi. Tak kurang dari 107 anggota jemaah haji dari sejumlah negara, termasuk dua warga negara Indonesia, tewas dalam insiden tersebut. 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) dan Badan Hukum Indonesia (BHI) Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Lalu Muhammad Iqbal, mengatakan, pihaknya masih terus berupaya untuk menindaklanjuti rencana Arab Saudi terkait kompensasi bagi korban jatuhnya crane di Masijidil Haram, Mekah, pada September 2015.

Kementerian Luar Negeri sudah lama berkoordinaai dengan KBRI Riyadh terkait janji tersebut.

"Menlu telah meminta KBRI Riyadh untuk terus berkomunikasi dengan pihak terkait di Riyadh," ujar Iqbal melalui siaran persnya, Sabtu (4/3/2017).

Baca: Korban Crane Mekkah Tagih Janji Raja Salman Berikan Santunan Rp 3,8 Miliar

Iqbal mengatakan, Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi juga selalu mengungkit kompensasi itu dalam pertemuan bilateral dengan Kementerian Luar Negeri Arab Saudi.

Kemenlu juga telah menyampaikan nota tertulis yang menyatakan proses verifikasi korban WNI telah selesai dilakukan dan tinggal menunggu penerbitan cek oleh Kementerian Keuangan Arab Saudi.

Baca: Keluarga Korban Tragedi Crane Mekkah Sudah Ikhlas Tak Terima Santunan dari Arab Saudi

Pemerintah Arab Saudi pun telah membentuk tim untuk mempercepat proses pembayaran kompensasi tersebut.

Iqbal mengatakan, menurut informasi, pembayaran bagi korban jatuhnya crane itu akan dilakukan bersamaan dengan negara lain.

"Namun demikian, ini terkendala oleh adanya korban dari negara lain yang terlambat menyampaikan dokumen yang diperlukan," kata Iqbal.

Halaman
123
Editor: fitriadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved