Jejak-jejak Ilmuwan Indonesia yang Karyanya Mendunia

Tak banyak yang tahu bahwa ilmuwan-ilmuwan Indonesia juga turut serta menyumbang pemikiran bahkan penemuan-penemuan penting

Jejak-jejak Ilmuwan Indonesia yang Karyanya Mendunia
ISTIMEWA/WIKIMEDIA COMMONS
Ilustrasi. Herman Johannes, sering juga ditulis sebagai Herman Yohannes atau Herman Yohanes adalah cendekiawan, politikus, ilmuwan Indonesia, guru besar Universitas Gadjah Mada, dan Pahlawan Nasional Indonesia. 

BANGKAPOS.COM - Jika diberi lingkungan yang tepat, ilmuwan Indonesia tak kalah bersinarnya dengan ilmuwan-ilmuwan dari negara maju. Mereka bisa melakukan sesuatu yang berdampak pada kemajuan dunia.

Berikut beberapa ilmuwan yang namanya dikenal dunia internasional beserta temuannya.

Dr. Joe Hin Tjio (23 Kromosom)

Ahli cytogenetics (cabang dari ilmu genetika yang fokus pada penelitian soal struktur dan fungsi sel, khususnya kromosom) ini menemukan fakta bahwa kromosom manusia berjumlah 23.

Temuan ahli genetika Amerika kelahiran Indonesia 2 November 1919 ini mematahkan keyakinan para ahli genetika sebelumnya bahwa jumlah kromosom adalah 24.

Ia melakukan penelitian di laboratorium Institute of Genetics of Sweden’s University of Lund pada tahun 1955.

Ia berhasil menghitung jumlah kromosom dengan tepat setelah menyempurnakan teknik pemisahan kromosom manusia pada preparat gelas yang dikembangkan Dr. T.C. Hsu di Texas University, AS. Ia meninggal dunia tanggal 27 November 2001.

Prof. Dr. Ir. Sedijatmo (Pondasi Cakar Ayam)

Penemu pondasi cakar ayam ini lahir di Karanganyar 24 Oktober 1909 (meninggal tahun 1984).

Ide cakar ayam bermula pada tahun 1961 saat ia sebagai pejabat PLN harus mendirikan 7 menara listrik tegangan tinggi di daerah rawa-rawa Ancol Jakarta.

Halaman
1234
Editor: Alza Munzi
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved