Skripsinya Soal Skateboard, Diwisuda Pun Mahasiswa Ini Naik Skateboard ke Kampus

Stevanus Andika Yulianto, wisudawan Universitas Katolik Widya Mandala (Unika Wima) Madiun, memilih berangkat menggunakan skateboard ke tempat wisuda

Skripsinya Soal Skateboard, Diwisuda Pun Mahasiswa Ini Naik Skateboard ke Kampus
KOMPAS.com/MUHLIS AL ALAWI
Stevanus Andika Yulianto wisudawan sarjana teknik industri Universitas Katolik Widya Mandala (Unika Wima) Madiun memilih menggunakan skateboard dari rumah hingga tempat wisuda di Kota Madiun, Sabtu (4/3/2017). 

BANGKAPOS.COM - Kecintaan dan hobi berolahraga skateboard membuat Stevanus Andika Yulianto, wisudawan Universitas Katolik Widya Mandala (Unika Wima) Madiun, memilih berangkat menggunakan skateboard dari rumah hingga tempat wisuda di Kota Madiun, Sabtu (4/3/2017).

Tak seperti wisudawan lain yang diantar menggunakan mobil menuju lokasi wisuda, Andika memakai papan luncur lengkap dengan seragam wisudanya dari rumahnya di Manisrejo, Kecataman Taman, ke lokasi wisuda di Kampus Unika Wima, Jalan Manggis, Kelurahan Kejuron, Kecamatan Taman.

"Tadi saya menuju tempat wisuda dengan menggunakan skateboard. Jarak rumah saya ke kampus sekitar tiga kilometer," kata Andika di Kampus Unika Widya Mandala Madiun.

Kedatangan Andika ke tempat wisuda dengan cara unik ini menjadi pusat perhatian tamu undangan dan wisudawan lain.

Sesampainya di tempat wisuda, Andika menitipkan papan skateboard-nya di satpam.

Tak sekadar membuat selebrasi dengan naik skateboard, Andika juga membahas persoalan olahraga dan bisnis terkait itu pada skripsinya.

"Skripsi saya berjudul Analisis Studi Kelayakan Toko 'Skateshop' di Kota Madiun mendapat nilai B plus. Skripsi itu mengangkat layak tidaknya kota Madiun memiliki skateshop. Dari analisis saya, Kota Madiun layak memiliki skateshop karena banyaknya komunitas dan tingginya minat anak muda bermain skateboard," ujar sarjana Teknik Industri itu.

Menurut Andika, anggota komunitas skateboard di karisidenan Madiun terus berkembang. Total ada 200-an mulai dari Ngawi, Ponorogo, Magetan, Pacitan hingga Kota Madiun.

Ketiadaan skateshop di Kota Madiun, kata Andika, membuat anggota komunitas selama ini terpaksa membeli skateboard dan aksesorinya di Surabaya, Yogyakarta, dan Solo.

Ia berharap, bila ada skateshop di Kota Madiun maka komunitas mudah mengakses dan membeli skateboard dan peralatannya. Tak hanya itu, keberadaan skateshop di Kota Pecel akan memangkas biaya transportasi.

Editor: Alza Munzi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved