Dihadiahi Pedang, Kapolri: Itu Bukan Emas Ya, Saya Koreksi, Bukan Pedang Emas

Kapolri Jenderal Tito Karnavian bingung karena disebut-sebut menerima pedang emas dari pemerintah kerajaan Arab Saudi.

Dihadiahi Pedang, Kapolri: Itu Bukan Emas Ya, Saya Koreksi, Bukan Pedang Emas
KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG
Kapolri Jenderal Tito Karnavian 

BANGKAPOS.COM - Kapolri Jenderal Tito Karnavian bingung karena disebut-sebut menerima pedang emas dari pemerintah kerajaan Arab Saudi.

Padahal, pedang yang ia terima adalah pedang berwarna emas dan bukan terbuat dari emas murni.

"Itu bukan emas ya, saya koreksi, bukan pedang emas. Saya juga bingung siapa yang menulis pedang emas itu," ujar Tito seusai meresmikan Command Center dalam kunjungan kerjanya di Mapolresta Pontianak, Kalimantan Barat, Senin (6/3/2017).

Sebelumnya, sejumlah media memberitakan Kapolri Tito Karnavian menerima sebilah pedang emas dari pemerintah Arab Saudi.

Tito menjelaskan, pedang tersebut merupakan cenderamata dari pemerintah Arab Saudi, yang ditujukan kepada Mabes Polri.

Pedang itu diberikan saat Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi berkunjung ke Mabes Polri, Jakarta, Senin (27/2).

Pedang tersebut merupakan hadiah yang melambangkan keamanan dan pertahanan.

Dengan adanya bingkisan itu, diharapkan hubungan Indonesia dengan Arab Saudi semakin erat untuk menjaga keamanan negara.

"Pedang itu ditujukan untuk institusi Polri, bukan untuk Kapolri. Dan itu bukan emas, tapi kebetulan ada bagian-bagian yang berwarna kuning sepuhan emas," ucapnya.

Tito menambahkan, dalam prosedur tetap Polri, apabila menerima plakat, trofi, maupun cenderamata seperti itu akan dipajang di Museum Polri ataupun di ruang tamu di Mabes Polri.

Halaman
12
Editor: Alza Munzi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved