Rabu, 6 Mei 2026

Eko Cahyono Ungkap Luka Lama Kalah Tipis di Pilgub Babel Dampingi Ahok Gara-gara Ini

Mereka (warga) dilarang pilih pemimpin non muslim. Disampaikan juga di masjid saat salat Jumat sama ditulis

Tayang:
Editor: Hendra
Pool/TINO OKTAVIANO
Terdakwa kasus dugaan penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Wahyu Aji

BANGKAPOS.COM, JAKARTA – Wakil Rektor Universitas Darma Persada Jakarta Eko Cahyono bersaksi untuk terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam sidang kasus dugaan penodaan agama di Auditorium Kementerian Pertanian, Selasa (7/3/2017).

Baca: TR Kapolri, Inilah Nama Pejabat Polda Babel Terkena Mutasi, Kapolres Ini Pindah ke Polda Jateng

Dalam persidangan mantan calon Wakil Gubernur Bangka Belitung 2007-2012 ini mengaku sudah kenal dengan Ahok, semasa dirinya menjadi Kepala Bappeda (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah) Provinsi Bangka Belitung.

Perkenalan itu terbangun sejak tahun 2005.

Baca: Setya Novanto Bersumpah Tak Pernah Bersama-sama Ngomong Masalah E-KTP

Dirinya pun menjelaskan pernah bersama-sama dengan Ahok maju dalam Pemilihan Gubernur Bangka Belitung pada tahun 2007.

Dia mencalonkan diri sebagai sebagai calon Wakil Gubernur Bangka Belitung dan Ahok sebagai calon Gubernurnya.

Namun mereka kalah karena beberapa hal.

Baca: Mantan Calon Wakil Gubernur Babel, Eko Cahyono Acungi Ahok Jempol

"Kalah yang mulia. Diurutan kedua. Satu putaran. Selisihnya tipis, saat itu banyak sekali pemilih yang tidak memiliki kartu panggilan," kata Eko.

Selain itu, Eko mengatakan, saat itu banyak ajakan jangan memilih pemimpin non-muslim disana.

"Ada banyak di Provinsi Bangka Belitung. Mereka (warga) dilarang pilih pemimpin non muslim. Disampaikan juga di masjid saat salat Jumat sama ditulis di selebaran-selebaran. Itu hal biasa di sana," kata Eko.

Eko yang beragama muslim itu menegaskan bahwa ia mau berdampingan dengan Ahok yang beragama non muslim dan maju dalam pemilihan gubernur Bupati Belitung karena kinerja Ahok bagus.

Sehingga, akhirnya ia memutuskan untuk maju bersama Ahok, meski akhirnya kalah.

"Saya dapat kabar, semenjak dipegang Pak Basuki, Belitung Timur maju. Beliau juga bersih dan anti korupsi. Karena beliau banyak kerja dari daerah baru dimekarkan jadi maju," katanya.

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved