Kisah Nenek Miskin dan Piring Emas Bertemu Pedagang Serakah dan Manusia Jujur

Keserakahan berakhir dengan derita. Korupsi berakhir dengan penjara. Begitu kata pepatah memberi petuah

Kisah Nenek Miskin dan Piring Emas Bertemu Pedagang Serakah dan Manusia Jujur
Bangka Pos / Ryan Agusta
Inilah kantin Kejujuran yang baru didirikan di SDN 18 Kota Pangkalpinang 

BANGKAPOS.COM - Alkisah, ada dua pedagang yang menjual panci, wajan, dan pernak-pernik buatan tangan.

Mereka sepakat untuk membagi kota menjadi dua wilayah untuk mereka berjualan.

Mereka juga sepakat, bila seseorang melewati wilayahnya, maka yang lainnya berhak mencoba untuk menjual di wilayah yang pertama.

Suatu hari, ketika salah satu dari mereka sedang berdagang, seorang gadis kecil yang miskin melihatnya dan meminta neneknya untuk membeli gelang yang dijual.

Neneknya menjawab, “Bagaimana kita orang miskin bisa membeli gelang?”

Gadis kecil itu berkata, “Karena kita tidak punya uang, kita bisa memberikan piring tua yang berjelaga hitam kita itu.”

Wanita tua itu setuju untuk mencobanya, jadi ia mengundang pedagang itu masuk ke rumahnya.

Pedagang itu melihat bahwa orang ini sangat miskin, jadi ia tidak ingin membuang waktu dengan mereka.

Meskipun wanita tua itu memohon kepadanya, ia bilang bahwa ia tidak punya gelang yang mampu dibeli wanita tua itu. 

Lalu wanita itu berkata, “Kita memiliki piring tua yang tidak berguna bagi kita, dapatkah itu untuk membeli gelang?”

Halaman
1234
Editor: Alza Munzi
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved