Breaking News:

Kehidupan Warga Asal Indonesia di Tengah Pemilu Belanda dan Politik AntiIslam

Pemilihan umum Belanda yang akan digelar Rabu (15/3/2017) bisa menjadi titik baru bagi warna politik negara tersebut

Editor: Alza Munzi
GETTY/DEAN MOUHTAROPOULOS
Jajak pendapat memperkirakan ada kemungkinan partai pimpinan Wilders akan meraih 35 dari 150 kursi di parlemen. 

BANGKAPOS.COM - Pemilihan umum Belanda yang akan digelar Rabu (15/3/2017) bisa menjadi titik baru bagi warna politik negara tersebut, yang selama ini dikenal liberal dan multikultural.

Salah satu isu yang menonjol dalam kampanye pemilu kali ini adalah kaum pendatang, yang diusung oleh Partai untuk Kebebasan atau PVV, walau isu ekonominya juga tidak terabaikan.

Pemimpin PVV, Geert Wilders, yang secara terbuka menyatakan anti-Islam, sudah dinyatakan bersalah oleh pengadilan karena menghina satu kelompok dan memicu diskriminasi walau tidak mendapat hukuman.

Ketika memulai kampanye pada pertengahan Februari lalu, dia juga menyatakan banyak orang Maroko sebagai 'sampah'.

Dan jargon-jargon antipendatang yang didengungkan tampaknya didukung sejumlah pemilih karena beberapa jajak pendapat menempatkan PVV akan meraih suara terbesar.

Bagaimanapun tak berarti PVV akan menjadi partai yang memerintah. Kenapa? Berikut beberapa informasi terkait politik Belanda.

Parpol terbanyak
Jumlah partai politik di Belanda menjelang pemilihan umum 2017 ini merupakan yang terbanyak sejak Perang Dunia II dengan 81 partai yang terdaftar.

Namun hanya 28 partai yang memenuhi syarat untuk ikut pemilu dan itupun tetap merupakan jumlah parpol peserta pemilu terbesar di negara itu.

Dalam pemilihan umum 2012 lalu, misalnya, hanya 21 partai politik yang ikut pemilihan umum.

Para partai politik yang jumlahnya 28 tersebut akan bersaing memperebutkan 150 anggota dewan perwakilan rakyat atau De Tweede Kamer.

Halaman
1234
Sumber: BBC Indonesia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved