Caca Sampaikan Terima Kasih ke Tongkang Putra Gandus Sudah Bayar Ganti Rugi

Nelayan bagan Belinyu Caca menyampaikan terima kasih ke pihak Tongkang Putra Gandus, yang telah berkomitmen dan membayar ganti rugi

Caca Sampaikan Terima Kasih ke Tongkang Putra Gandus Sudah Bayar Ganti Rugi
IST
Pihak Tongkang Putra Gandus melakukan proses pembayaran ganti rugi ke Nelayan Bagan Belinyu Caca, yang bagannya rusak tertabrak tongkang tersebut, Senin (28/2/2017). Ganti rugi dilakukan di Kantor Kesyahbandaran Wilayah Kerja Beinyu. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Riyadi

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Nelayan bagan Belinyu Caca menyampaikan terima kasih ke pihak Tongkang Putra Gandus, yang telah berkomitmen dan membayar ganti rugi biaya pembuatan bagannya, yang semula ditabrak tongkang tersebut, di akhir Februari lalu.

"Bagan kami rusak, karena tertabrak tongkang Putra Gandus, pada hari Senin (28/2/2017) pagi dulu, pihak Putra Gandus, dari awal sudah berniat baik, untuk memberikan ganti rugi, ya kami berterima kasih, itu saja yang saya sampaikan, meskipun kejadiannya sudah lama," kata Caca di wakili Perwakilan Nelayan Belinyu Bersatu Hanif kepada bangkapos.com, Selasa (14/3/2017).

Dikatakan Hanif, bagan Pak Caca tertabrak tongkang sekitar subuh (Senin 28/2/2017) di laut Belinyu.
Penyelesaian ganti rugi difasilitasi oleh Ferdiansyah.

Kepala Wilayah Kerja (Wilker) Kementrian Perhubungan Dirjen Perhubungan Laut Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Klas IV Pangkalbalam Wilker Belinyu dan pihak Forum Nelayan Belinyu Bersatu, Hanif.

Ferdiansyah mengungkapkan, bagan nelayan itu bisa tertabrak tongkang Putra Gandus, karena faktor alam, bukan karena unsur kesengajaan.

"Posisi bagan Pak Caca, jauh dari line atau jalur kapal, bagan ini bisa tertabrak karena terjadi pergeseran arah tongkang, akibat cuaca buruk, waktu itu kan pas ada puting beliung juga, jadi kapal ini harus berlawanan dengan arah angin dan arus, sehingga tongkangnya hanyut ke arah bagan, lalu nabrak bagan tadi," jelas Ferdiansyah.

Kejadian itu, kata Ferdiansyah, murni karena faktor alam. Kalau tidak terkena cuaca buruk, kapal tidak akan berlayar ke daerah bagan nelayan, karena daerah bagan bukan jalur pelayaran.

Penulis: riyadi
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved