Kapalnya Pecah Ditabrak Kapal Tanker, Tiga Nelayan Bangka Berhari-hari Terapung di Tengah Laut

Perahu nelayan Bangka pecah diitabrak kapal tanker di Perairan Belitung. Tiga nelayan tercebur ke laut, dan terombang-ambing

Kapalnya Pecah Ditabrak Kapal Tanker, Tiga Nelayan Bangka Berhari-hari Terapung di Tengah Laut
IST
Tiga orang Nelayan Sadai Bangka Selatan, Hasan Basri, Ajis dan Irwansyah (kaus putih) saat dievakuasi di Kantor Syahbandar Pontianak Kalbar. 

BANGKAPOS.COM--Perahu nelayan Bangka pecah diitabrak kapal tanker di Perairan Belitung.

Tiga nelayan tercebur ke laut, dan terombang-ambing dihantam gelombang, Beruntung, korban diselamatkan Kapal Cargo China, Kapal Benedict Shulte.

Khabar kecelakaan laut ini pertama kali diiinformasikan oleh Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Bangka, Ridwan kepada Bangka Pos Group, Senin (13/3).

Baca: Berita Populer Bangkapos, Bupati Bangka Berang Hingga Wagub Pertanyakan DL 153 Milyar

"Informasi diterima oleh Tim SAR dan pihak terkaiit lainnya dari Kapten Kapal Benedict Shulte (Mr. D Wiegle) bahwa telah di temukan dan dievakuasi tiga orang nelayan asal Sadai Bangka Selatan dengan identitas, Hasan Basri (26), Ajis (26) dan Irwansyah (22)," katanya.

Kapal yang ditemukan mengapung diantara perairan Selat Nasik dan Pongok, Senin (13/3/2017).
Kapal yang ditemukan mengapung diantara perairan Selat Nasik dan Pongok, Senin (13/3/2017). (bangkapos.com/Disa Aryandi)

Awalnya Ridwan mengira kecelakaan terjadi di Perairan Bangka, namun ternyata di Perairan Sebelah Timur Belitung, akhir pekan tadi.

"Setelah kapalnya ditabrak, kondisi nelayan terapung -apung beberapa hari di laut pada posisi (koordinat) 02°48'04" S 107°13'09"E. Diduga kapal nelayan tersebut di tabrak oleh kapal. tanker atau tongkang pada titik TW 0312 1200 G," kata Ridwan, mengutip informasi yang dia terima dari pihak terkait.

Ridwan memang belum mendapat data akurat langsung dari korban. Namun dari rekan-rekan nelayan di Bangka Selatan, menyebutkan, diduga sudah beberapa hari korban terombang-ambing di laut pasca insiden yang dimaksud.

"Info dari orang Tukak Sadai, sudah beberapa hari korban terombang-ambing di laut, lalu ditolong Kapal China (Kapal Benedict Shulte), kemudian dibawa ke Pontianak (Kalbar)," katanya.

Kemudian, Minggu (12/3), Tim SAR Babel di Pangkalpinang dan pihak terkait, langsung menjalin koordinasi dengan kapten kapal penyelamat, Kapal Benedict Shutle. Hasilnya, tiga jam kemudian dipastikan, posisi korban masih berada dalam kapal penyelamat yang melaju pada koordinat 01°30'08" S 107°12'09" E. Pada TW 0312 1530 G.

Halaman
123
Penulis: ferylaskari
Editor: tidakada016
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved